Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KORUPSI · 18 Mei 2025 17:35 WIB ·

Korupsi Dana Desa Imbu-Imbu: Warga Tuntut Transparansi Anggaran


					Korupsi Dana Desa Imbu-Imbu: Warga Tuntut Transparansi Anggaran Perbesar

Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Hak-hak dasar masyarakat Desa Imbu-Imbu, Kecamatan Kasiruta Barat, kini dipertaruhkan. Gelombang unjuk rasa pecah di Labuha, Halmahera Selatan, Kamis (16/5/2025), saat Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri (LSM-KANe) Maluku Utara menuntut kejelasan atas dugaan korupsi dana desa imbu-imbu tahun anggaran 2024. Sorotan tajam tertuju pada tertundanya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta gaji perangkat desa yang hingga kini belum menyentuh tangan mereka yang berhak.

Aksi massa di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halmahera Selatan menjadi puncak akumulasi kekecewaan warga. Koordinator aksi, Risal Sangaji, secara lugas membeberkan indikasi praktik tata kelola pemerintahan desa yang rusak, mulai dari proyek fiktif hingga anggaran non-fisik yang sulit dipertanggungjawabkan. Tak hanya itu, Risal menyoroti adanya aroma nepotisme akibat keterlibatan keluarga dekat kepala desa dalam struktur pemerintahan, yang dinilai menjadi pintu masuk penyalahgunaan wewenang.

Merespons tekanan publik tersebut, Penjabat Kepala Dinas PMD Halsel, Jaki Abdul Wahab, menyatakan komitmennya untuk segera melayangkan surat pemanggilan klarifikasi kepada Kepala Desa Imbu-Imbu. Pihak DPMD berjanji melakukan evaluasi menyeluruh dan tidak akan segan menindak tegas sesuai regulasi jika terbukti ada pelanggaran. Senada dengan DPMD, pihak Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan pun berkomitmen menjadwalkan audit khusus guna menelisik dugaan penyimpangan keuangan yang dilaporkan oleh LSM-KANe.

Namun, bagi masyarakat, langkah administratif saja tidaklah cukup. LSM-KANe Malut mendesak aparat penegak hukum, yakni Kejaksaan Negeri dan Polres Halmahera Selatan, untuk tidak sekadar menjadi penonton. Investigasi mendalam diperlukan guna mengusut tuntas indikasi tindak pidana korupsi yang diduga merugikan masyarakat luas.

Dana desa semestinya menjadi katalisator pembangunan dan kesejahteraan, bukan justru dialihkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kasus di Imbu-Imbu kini menjadi ujian integritas bagi pemerintah daerah. Keberhasilan mengungkap kasus ini tidak hanya akan memberikan efek jera, tetapi juga menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar pelanggengan kekuasaan. Publik kini menanti hasil audit tersebut sebagai pembuktian bahwa keadilan bagi desa masih ada.

Disclaimer: Berita ini memuat informasi berdasarkan aksi unjuk rasa dan tuntutan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kebenaran dugaan penyelewengan Dana Desa masih dalam proses evaluasi dan audit oleh pihak berwenang. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 146 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mesin Speedboat Fiktif dan Tameng Politik di Desa Loleo

25 Mei 2026 - 12:47 WIB

Siasat Mangkir Kades Loleo: Dana Desa Menguap?

21 Mei 2026 - 09:54 WIB

Modal Usaha Desa Malah Amblas di Pasar Trading

19 Mei 2026 - 12:47 WIB

Upeti Ormas Berkedok Sumbangan Hantui Kepala Desa di TTU

16 Mei 2026 - 07:02 WIB

Drama Dana Desa Loleo: Lima Tahun Tanpa Sentuhan Audit

9 Mei 2026 - 19:57 WIB

Audit Investigatif: Harga Mati Ungkap Korupsi Desa Loleo

1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Trending di KORUPSI