Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 29 Nov 2025 23:11 WIB ·

Korban Bencana Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Paling Terdampak


					Korban meninggal bencana Sumatra mencapai 303 hingga Sabtu (29/11) sore. (REUTERS/Stringer) Perbesar

Korban meninggal bencana Sumatra mencapai 303 hingga Sabtu (29/11) sore. (REUTERS/Stringer)

BNPB: Korban Meninggal Banjir-Longsor Aceh, Sumut, Sumbar Melonjak Tembus 303 Orang

Jakarta [DESA MERDEKA] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru mengenai dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga Sabtu (29/11) sore, total korban meninggal dunia tercatat mencapai 303 orang. Jumlah korban jiwa terbanyak berasal dari Sumut, dengan 166 jiwa meninggal dunia.

Kepala BNPB, Suharyanto, dalam konferensi pers, merincikan bahwa lonjakan angka kematian ini terjadi di ketiga wilayah terdampak. “Korban jiwa di Sumut kini bertambah menjadi 166 jiwa meninggal dunia, dan masih ada 143 jiwa yang dilaporkan hilang,” ujar Suharyanto.

Provinsi Sumatera Barat menempati posisi kedua dengan penambahan korban signifikan. Korban meninggal dunia di Sumbar, terutama dari Kabupaten Agam, meningkat menjadi 90 orang jiwa. Selain itu, 85 jiwa masih dinyatakan hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, di Aceh, kondisi korban juga bertambah. Suharyanto menyebut data terbaru menunjukkan 47 korban jiwa meninggal dunia, 51 jiwa hilang, dan delapan orang mengalami luka-luka. Ia menegaskan, data ini masih bersifat dinamis dan akan terus berkembang seiring dengan upaya pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh Satgas gabungan.

Pemerintah Kirim Bantuan Skala Besar
Banjir bandang dan longsor telah merendam puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi tersebut dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan kerusakan infrastruktur parah.

Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah bencana alam tersebut. Dalam pidatonya di Hari Guru Nasional pada Jumat (28/11), Presiden berdoa agar para korban terdampak diringankan duka dan penderitaannya.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak berdiam diri dan telah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian. Pemerintah menyalurkan bantuan logistik melalui jalur darat maupun udara untuk memastikan bantuan segera sampai ke warga yang membutuhkan.

“Tetapi memang kondisinya sangat berat. Banyak jalur yang terputus, cuaca juga masih tidak memungkinkan. Kadang-kadang helikopter dan pesawat kita sulit untuk mendarat,” jelas Presiden.

Sejauh ini, pemerintah telah mengirimkan bantuan menggunakan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400. Presiden memastikan pengiriman bantuan akan dilakukan secara terus menerus dan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Upaya darurat ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk memulihkan kondisi dan membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo

1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek

29 Mei 2026 - 10:32 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Trending di SOSBUD