Nagari Salareh Aia Terisolasi, Wagub Sumbar Prioritaskan Pembukaan Akses Darat dan Evakuasi Korban
Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat terus bertambah, mencapai 98 orang hingga Sabtu (29/11/2025) malam. Di saat yang sama, sebanyak 93 warga dilaporkan masih dalam pencarian. Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, bersama Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta dan tim gabungan, meninjau langsung Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.
Karena akses darat terputus total, kunjungan darurat ini dilakukan menggunakan helikopter. Fokus utama tim di lapangan adalah percepatan evakuasi korban, distribusi logistik yang sangat dibutuhkan, dan pembukaan kembali akses darat yang menjadi kunci masuknya bantuan.
“Situasinya sangat berat. Nagari ini terisolasi total. Warga, relawan, dan petugas bekerja dalam keterbatasan, tapi kita tidak akan menghentikan pencarian sampai semua warga yang hilang ditemukan,” tegas Vasko Ruseimy di lokasi kejadian.
Wagub menekankan bahwa duka mendalam ini harus dihadapi dengan kesigapan. Ia memastikan Pemerintah Provinsi hadir dan seluruh sumber daya dikerahkan untuk membantu setiap keluarga korban mendapatkan kepastian. Di lokasi, belasan jenazah disemayamkan sementara di halaman masjid karena sulitnya proses evakuasi. Dua jenazah bahkan harus diterbangkan ke RS Bhayangkara Padang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Akses Darat Menjadi Prioritas Utama
Prioritas mendesak yang ditekankan oleh Wagub Vasko adalah pembukaan akses darat. Proses penyelamatan dan distribusi bantuan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan jalur darat. Pembukaan akses ini diharapkan dapat mempercepat masuknya alat berat, tim medis, dan logistik untuk puluhan ribu warga terdampak.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Bupati Agam Benni Warlis, serta unsur TNI, Polri, dan tim SAR gabungan, menunjukkan koordinasi terpusat dalam penanganan bencana.
Data Kerusakan dan Pengungsi Terus Bertambah
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, melaporkan perkembangan data korban dan kerusakan yang masif. Selain 98 orang meninggal dunia dan 93 orang hilang, 17 warga lainnya mengalami luka-luka dan telah ditangani.
Dampak bencana ini sangat luas, dengan total warga terdampak mencapai 79.536 orang. Era Sukma juga memaparkan kerusakan infrastruktur rumah warga yang mencapai ribuan unit:
- Rusak Ringan: 1.010 unit
- Rusak Sedang: 556 unit
- Rusak Berat: 232 unit
Saat ini, total pengungsi mencapai 79.410 orang. Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian di masing-masing wilayah yang terdampak banjir bandang dan longsor. BPBD terus berupaya mengelola data dan memastikan ketersediaan kebutuhan dasar di posko-posko pengungsian. Seluruh proses di lapangan sangat bergantung pada cuaca, yang sewaktu-waktu dapat menghambat operasi pencarian dan penyelamatan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.