Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 15 Sep 2024 11:44 WIB ·

Koperasi Multi Pihak Plupuh Ampuh: Harapan Baru Pengrajin Batik Sragen


					Koperasi Multi Pihak Plupuh Ampuh: Harapan Baru Pengrajin Batik Sragen Perbesar

Sragen [DESA MERDEKA] – Sejak lama, para pengrajin batik dan tekstil di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, sebuah harapan baru mulai muncul. Melalui inisiatif dari Solidaridad dan Perserikatan BUMDesa Indonesia (PBI) GERBANGMASSA, para pengrajin ini kini tengah merintis pembentukan Koperasi Multi Pihak (KMP) Plupuh Ampuh.

Tonggak awal dari upaya ini ditandai dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan tata kelola manajemen koperasi yang digelar pada 10-11 September 2024 di Kun Gerit, Gemolong. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari enam desa di Kecamatan Plupuh, termasuk Desa Manyarejo yang merupakan desa binaan UNESCO.

Koperasi sebagai Solusi

Pembentukan koperasi dinilai sebagai solusi tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin. Koperasi diharapkan dapat menjadi wadah bagi mereka untuk saling membantu, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar. Selain itu, dengan adanya koperasi, para pengrajin juga dapat mengakses berbagai sumber daya dan program pengembangan yang disediakan oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat.

Yeni Fitrianti, perwakilan dari Solidaridad, mengungkapkan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama dalam usaha ekonomi kreatif di desa di masa yang akan datang. Koperasi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anggotanya dan masyarakat luas.

Tantangan dan Solusi

Meskipun demikian, pembentukan koperasi juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan perbedaan persepsi di antara anggota. Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi, diharapkan tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi.

Dyah Ayu Suryaningrum dari LPPM UNS menjelaskan bahwa konsep Koperasi Multi Pihak (KMP) sangat ideal dalam tata kelola koperasi modern. KMP memungkinkan berbagai pihak lintas sektor, seperti produsen, konsumen, pekerja, hingga masyarakat luas, untuk melakukan pengelolaan bersama dalam satu koperasi.

Langkah ke Depan

Setelah kegiatan sosialisasi ini, langkah selanjutnya adalah penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi. AD/ART ini akan menjadi landasan hukum bagi koperasi dan akan diajukan ke dinas terkait untuk mendapatkan pengesahan.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan KMP Plupuh Ampuh dapat tumbuh menjadi koperasi yang kuat dan mandiri, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat di Kecamatan Plupuh. (As)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 181 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Suara Pelaku UMKM Sumbar: Butuh Legalitas Dan Keuangan

29 Juli 2026 - 14:45 WIB

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026
Trending di EKONOMI BISNIS