Boyolali, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Wajah ekonomi perdesaan di Indonesia diprediksi akan berubah drastis melalui kolaborasi dua program raksasa: Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa kini bukan lagi sekadar objek, melainkan pemasok utama kebutuhan nasional.
Dalam acara “Ngopi Bareng” bersama kepala desa di Desa Banyuanyar, Boyolali, Selasa (13/1/2026), Mendes Yandri mengungkapkan bahwa desa menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto. Hal ini tertuang dalam Asta Cita ke-6, yakni membangun dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Desa Tematik: Menjawab Kebutuhan Bahan Baku MBG
Mendes Yandri mendorong setiap desa untuk segera memetakan potensi lokal melalui program Desa Tematik. Pilihannya beragam, mulai dari Desa Ikan Nila, Desa Melon, hingga Desa Ayam Petelur, tergantung keunggulan geografis masing-masing daerah.
Sudut pandang unik yang ditekankan adalah hilangnya kekhawatiran petani soal pasar. Selama ini, kendala utama petani desa adalah serapan produk. Namun, dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), desa kini memiliki pembeli siaga (off-taker) dalam skala besar.
“Tidak perlu khawatir, hasil produksi desa akan diserap oleh MBG karena program ini membutuhkan bahan baku yang sangat masif setiap harinya,” ujar Yandri.

KDMP Sebagai Sentra Distribusi dan Logistik
Jika MBG adalah pasarnya, maka Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah mesin penggeraknya. KDMP didesain menjadi sentra perputaran ekonomi yang menguntungkan warga secara langsung.
Koperasi ini tidak hanya mendistribusikan produk lokal keluar desa, tetapi juga mempermudah warga mendapatkan akses komoditas penting seperti LPG, pupuk, dan sembako dengan harga terjangkau. Keuntungan dari KDMP pun akan mengalir kembali ke kas desa sebagai aset produktif, termasuk kepemilikan gerai dan kendaraan distribusi.
Gudang Kabupaten: Penjamin Stabilitas Stok
Untuk menjaga kepastian suplai, Kemendes PDT menyiapkan skema gudang besar di tingkat kabupaten. Gudang ini berfungsi sebagai titik kumpul (hub) yang menampung produk dari berbagai Desa Tematik sebelum didistribusikan ke pasar yang membutuhkan.
“Dengan sistem ini, dana desa tidak lagi hanya terserap di infrastruktur fisik, tetapi benar-benar berputar untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui KDMP dan MBG,” tambah mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.
Dalam kunjungan yang turut didampingi Wamendes Ahmad Riza Patria dan Bupati Boyolali Agus Irawan ini, pemerintah juga membuka ruang dialog dengan Persatuan Aparat Pemerintah Desa Indonesia (PAPDESI) untuk memastikan aspirasi dari akar rumput menjadi dasar kebijakan pemulihan ekonomi perdesaan.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.