Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 17 Sep 2025 07:51 WIB ·

Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi Selamatkan Flora Desa Ngerawan


					Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi Selamatkan Flora Desa Ngerawan Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa Wisata Menari di Ngerawan, Getasan, Kabupaten Semarang, menjadi pusat kolaborasi luar biasa antara tiga perguruan tinggi dalam upaya konservasi flora dan pengembangan desa. Sejak lama, desa ini telah berkomitmen menjadikan alam sebagai aset utama, dan kini, upaya tersebut diperkuat melalui sinergi dengan Universitas Sunan Gunung Jati (UGJ), Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA), dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Dalam sebuah acara bersejarah, KKN Tematik dari UGJ, yang berfokus pada peran guru dalam melestarikan lingkungan, bersinergi dengan program hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari UKSW dan UNIKA yang berfokus pada konservasi flora lokal. Program ini tidak hanya berlandaskan teori akademis, tetapi juga melibatkan langsung warga desa sebagai subjek dan objek pengembangan. Warga setempat, yang berprofesi sebagai petani dan peternak, dilatih menjadi pemandu sekaligus narasumber, memastikan pengetahuan yang dibagi relevan dengan kondisi lapangan.

Ketua Pengelola Desa Menari, Kang Tris, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa desa tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga subjek aktif dalam pembangunan. “Kami di Desa Ngerawan ini adalah subjek sekaligus objek pengembangan. Kami pelaku aslinya,” ujarnya.

Fokus Utama: Konservasi Flora Berbasis Digital

Salah satu program utama yang diluncurkan adalah konservasi flora lokal berbasis sistem informasi digital. Program ini bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan kekayaan flora desa kepada generasi muda dengan memanfaatkan teknologi. Tujuannya adalah agar masyarakat, terutama siswa dan guru, dapat mengidentifikasi jenis tanaman lokal dan memahami manfaatnya, sekaligus menjaga spesies tersebut dari kepunahan.

Profesor dari UKSW menjelaskan bahwa proyek ini didanai oleh hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi. “Kami ingin Desa Menari tetap lestari lingkungannya, floranya juga lestari,” katanya. Program ini juga melatih warga lokal, termasuk para petani, untuk menjadi pemandu yang handal dalam menyampaikan informasi tentang flora dan fauna.

Selain konservasi flora, kolaborasi ini juga merambah pada pengembangan bidang lain, termasuk peternakan, lanskap, dan seni budaya. Keterlibatan mahasiswa KKN dari UGJ, yang merupakan calon guru, diharapkan dapat menjadi agen edukasi untuk menanamkan pentingnya melestarikan desa sejak dini.

Kolaborasi ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pengembangan desa, di mana pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengelola potensi alam dan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM