Bantul, Yogyakarta [DESA MERDEKA] – Wajah Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, resmi bersalin rupa. Proyek ambisius Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lokasi tersebut dinyatakan telah rampung 100 persen. Menariknya, kampung ini tidak hanya diproyeksikan sebagai pemukiman nelayan modern, tetapi juga dipersiapkan menjadi garda terdepan pemasok protein untuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, menegaskan bahwa fasilitas cold storage atau gudang beku di KNMP Poncosari akan dioptimalkan sebagai pusat logistik protein ikan. Langkah ini merupakan strategi interkoneksi langsung antara hasil laut nelayan lokal dengan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat yang dicanangkan Presiden.
“Seluruh gudang beku di lokasi KNMP akan menjadi pemasok protein ikan untuk mendukung kegiatan MBG,” ujar Trian dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).
Fasilitas Lengkap dari Hulu ke Hilir
Penyelesaian KNMP Poncosari mencakup seluruh ekosistem perikanan yang dibutuhkan nelayan untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan mereka. Berbagai infrastruktur yang telah tuntas meliputi:
- Fasilitas Produksi: Pabrik es portabel, shelter coolbox, dan gudang beku portabel untuk menjaga rantai dingin.
- Pendukung Aktivitas: Bengkel nelayan, balai pertemuan, dan shelter perbaikan jaring.
- Sentra Ekonomi: Kantor pengelola, kios perbekalan, hingga sentra kuliner untuk menghubungkan sektor perikanan dengan pariwisata lokal.
Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan ikan hasil tangkapan nelayan Bantul tetap berkualitas tinggi hingga sampai ke tangan konsumen maupun industri kuliner.
Target Nasional Tahap I Selesai Januari 2026
KNMP Poncosari merupakan salah satu dari 35 lokasi pembangunan KNMP Tahap I di seluruh Indonesia. Secara nasional, progres pembangunan telah melampaui angka 80 persen. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimis seluruh titik akan tuntas pada akhir Januari 2026, kecuali beberapa daerah terdampak bencana yang diberi tenggat hingga Februari.
Sebagai gambaran keberhasilan, fasilitas serupa di Bulukumba, Sulawesi Selatan, bahkan sudah mulai beroperasi untuk mendukung ekspor ikan ke Arab Saudi. Hal ini membuktikan bahwa KNMP memiliki standar kualitas yang mampu menembus pasar internasional.
Koperasi Desa Sebagai Mesin Ekonomi
Setelah pembangunan fisik selesai, fokus selanjutnya bergeser pada penguatan kelembagaan. Pengelolaan fasilitas di Poncosari akan diserahkan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui sistem offtaker, koperasi akan menjamin kepastian harga dan penyerapan hasil tangkapan nelayan secara berkelanjutan.
“Masyarakat segera diarahkan menjadi anggota koperasi untuk mengoperasionalkan fasilitas yang ada, sehingga manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan,” pungkas Trian.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.