Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 8 Feb 2025 06:58 WIB ·

Kemeriahan dan Kekhidmatan Tradisi Sedekah Bumi di Desa Jatijejer Trawas


					Kemeriahan dan Kekhidmatan Tradisi Sedekah Bumi di Desa Jatijejer Trawas Perbesar

Trawas, Mojokerto [DESA MERDEKA] – Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kembali menggelar tradisi sedekah bumi yang berlangsung meriah dan khidmat pada Sabtu (1/2). Tradisi turun-temurun yang diadakan setiap dua tahun sekali ini menjadi ungkapan rasa syukur dan keguyuban masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang melimpah.

Kemeriahan acara ini diwujudkan melalui kirab 19 gunungan yang berisi aneka ragam hasil bumi, seperti buah-buahan, sayuran, dan hasil pertanian lainnya. Warga dari setiap rukun tetangga (RT) bergotong royong membuat dan menghias gunungan mereka dengan kreasi yang unik dan menarik. Tak hanya hasil bumi, warga juga menunjukkan antusiasme mereka dengan membuat kreasi hasil tani dan jajanan dalam bentuk replika masjid, rumah, hingga burung.

Kepala Desa Jatijejer, Akhmad Mujiono, menjelaskan bahwa tradisi sedekah bumi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Desa Jatijejer. “Setiap RT membawa gunungan yang dikreasikan sedemikian rupa untuk acara masal ini. Ada 19 gunungan yang diarak ke halaman balai desa, lalu diperebutkan bersama-sama,” tuturnya.

Setelah kirab selesai, ratusan warga yang telah menunggu dengan antusias langsung berebut gunungan setinggi tiga meter tersebut. Rebutan hasil bumi dan kreasi ini menjadi simbol keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat Desa Jatijejer. Warga percaya bahwa dengan mengikuti tradisi ini, mereka akan mendapatkan limpahan rezeki dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Selain berebut gunungan, warga yang mengikuti kirab juga mengenakan pakaian adat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. Hal ini menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap tradisi sedekah bumi yang telah menjadi bagian dari identitas mereka.

Mujiono menambahkan bahwa tradisi sedekah bumi ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas limpahan rezeki, tetapi juga sebagai doa agar desa Jatijejer senantiasa makmur, guyub, dan rukun. Selain itu, tradisi ini juga bertujuan untuk menghormati leluhur dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Intinya, ini menjadi upaya syukur warga karena desa ini lebih makmur dan guyub rukun. Juga doa agar gemah ripah loh jinawi. Selain itu, untuk menghormati leluhur dan melestarikan tradisi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terjang Ombak Demi Iman: Kisah Penyuluh Agama di Pelosok

21 Januari 2026 - 23:24 WIB

Pebayuran Krisis Tanah, PT Dela Selamatkan Nasib Petani Bekasi

21 Januari 2026 - 13:09 WIB

Wabup Tulungagung: Isra’ Mi’raj Adalah Mesin Revolusi Mental Bangsa

21 Januari 2026 - 12:27 WIB

Kapolres Tulungagung Pilih ‘Jalur Spiritual’ Awali Masa Tugas

21 Januari 2026 - 03:46 WIB

Juragan Kos Jadi Penerima BLT: Mengapa Nepotisme Desa Masih Subur?

21 Januari 2026 - 00:07 WIB

Dandim Bekasi Terjang Banjir Kedungwaringin: TNI Pastikan Warga Aman

19 Januari 2026 - 21:20 WIB

Trending di SOSBUD