Pringsewu, Lampung [DESA MERDEKA] – Langkah cerdas diambil SMK Ma’arif Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Guna menyiasati aksi hura-hura dan coret-coret seragam yang kerap meresahkan warga desa, pihak sekolah langsung menggelar prosesi wisuda begitu seluruh siswa kelas 12 dinyatakan lulus 100 persen.
Sebanyak 209 siswa SMK Ma’arif Banyumas tercatat lulus total setelah menuntaskan seluruh rangkaian asesmen sekolah. Wisuda yang digelar di Aula Gedung B sekolah setempat ini sengaja dilangsungkan demi meminimalisasi kegiatan negatif yang berpotensi merusak nama baik lingkungan dan almamater.

Kepala SMK Ma’arif Banyumas, Kholid Makmun, menegaskan bahwa tradisi pelepasan instan ini merupakan agenda tahunan. Pada kelulusan kali ini, pihak sekolah mengusung tema filosofis Jawa, “Ngunduh Wohing Pakerti”—yang berarti memetik buah dari apa yang telah ditanam.
“Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang sudah melancarkan masa pendidikan, sekaligus langkah konkret kami meredam euforia negatif anak-anak,” ujar Kholid Makmun.
Langkah preventif sekolah di pekon (desa) ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua PC IPNU Pringsewu, Fiki Panca. Di hadapan para wali murid dan tokoh desa, Fiki mengingatkan bahwa kualitas pemuda adalah tolok ukur kemajuan bangsa. Ia meminta para lulusan baru ini untuk langsung fokus menatap masa depan, baik melangkah ke perguruan tinggi, mendaftar TNI/Polri, maupun berwirausaha.
Suasana khidmat kelulusan 100 persen SMK Ma’arif Banyumas ini juga disaksikan langsung oleh jajaran aparat pekon, tokoh agama, perwakilan Polsek Sukoharjo (Kasubsektor Banyumas), serta kepala sekolah tingkat pertama setempat. Tradisi wisuda langsung ini terbukti efektif menjaga kedamaian ruang publik desa dari polusi suara konvoi kelulusan sepihak.

Penulis merupakan anak desa yang ingin memuliakan desa serta menjunjung tinggi marwah dan cita – cita desa


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.