Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 10 Sep 2023 12:30 WIB ·

Kekuatan Ibu-Ibu Majelis Taklim Rahmah Pattaneteang Lawan Kemiskinan


					Kekuatan Ibu-Ibu Majelis Taklim Rahmah Pattaneteang Lawan Kemiskinan Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Di balik rutinitas pengajian mingguan Majelis Taklim (MT) Rahmah Bungeng di Desa Pattaneteang, Kabupaten Bantaeng, tersimpan potensi besar yang melampaui sekadar silaturahmi. Forum ini kini bertransformasi menjadi wadah strategis untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus mengawal pembangunan desa berbasis kesejahteraan umat. Pertemuan rutin yang digelar setiap Jumat ini menjadi panggung sinergi antara penyuluh agama dan pendamping desa. Sudut pandang menarik muncul ketika urusan akhirat dikawinkan dengan isu pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Jumat: Hari Spesial bagi Perempuan Desa

Dalam tausiah terbarunya pada Jumat (8/9), Ustadz Saharuddin HL, S.Ag, membedah stereotipe bahwa kemuliaan hari Jumat hanya milik kaum pria. Meski perempuan tidak diwajibkan salat Jumat, mereka memiliki peluang pahala yang setara melalui amalan sunah seperti membersihkan diri, bersalawat, hingga tadabur Al-Qur’an. “Pahala kebaikan dilipatgandakan bagi siapa saja. Perempuan tetap bisa meraih keberkahan Jumat melalui zikir dan doa yang mustajab,” jelas Ustadz Saharuddin di hadapan puluhan jemaah. Sejarah pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa di Muzdalifah pun menjadi pengingat bahwa “Al Jumuah” berarti berkumpul—sebuah semangat yang menjadi fondasi gotong royong warga desa.

Mengaitkan Hadis dengan Kesejahteraan Desa

Hal yang membuat pengajian di Desa Pattaneteang menonjol adalah integrasi materi pembangunan. Pendamping Lokal Desa, Hasan Habibu, S.Pd, mendorong para penyuluh agama untuk menyisipkan pesan mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) dan poin-poin SDGs Desa dalam ceramah mereka. Salah satu kaitan paling kuat adalah upaya penghapusan kemiskinan ekstrem. Hasan Habibu mengutip hadis populer, “Kaadal faqru ayyakuuna kufraa”, yang mengingatkan bahwa kemiskinan sering kali mendekatkan seseorang pada kekufuran. “Kementerian Desa menekankan agar Dana Desa benar-benar membawa perubahan nyata. Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan adalah amaliah keagamaan yang konkret. Jika perut lapar, ibadah pun menjadi tidak tenang,” tegas Hasan.

Wadah Informasi Desa Tercepat

Di level akar rumput, majelis taklim terbukti lebih efektif dibandingkan papan pengumuman formal. Dengan empat titik pertemuan berbeda di tiap dusun setiap bulannya, informasi mengenai kebijakan desa terserap lebih cepat oleh ibu-ibu yang merupakan pilar komunikasi keluarga. Melalui pola ini, Desa Pattaneteang membuktikan bahwa pengajian bisa menjadi instrumen modern untuk mengedukasi masyarakat tentang pembangunan berkelanjutan, tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual yang telah mengakar.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar Rancang Pendidikan Desa Berstandar Global

17 Juni 2026 - 15:24 WIB

Membangun SDM Desa, Investasi Lebih Berharga dari Beton

12 Juni 2026 - 10:35 WIB

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Trending di PENDIDIKAN