Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 10 Sep 2023 12:30 WIB ·

Kekuatan Ibu-Ibu Majelis Taklim Rahmah Pattaneteang Lawan Kemiskinan


					Kekuatan Ibu-Ibu Majelis Taklim Rahmah Pattaneteang Lawan Kemiskinan Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Di balik rutinitas pengajian mingguan Majelis Taklim (MT) Rahmah Bungeng di Desa Pattaneteang, Kabupaten Bantaeng, tersimpan potensi besar yang melampaui sekadar silaturahmi. Forum ini kini bertransformasi menjadi wadah strategis untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus mengawal pembangunan desa berbasis kesejahteraan umat. Pertemuan rutin yang digelar setiap Jumat ini menjadi panggung sinergi antara penyuluh agama dan pendamping desa. Sudut pandang menarik muncul ketika urusan akhirat dikawinkan dengan isu pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Jumat: Hari Spesial bagi Perempuan Desa

Dalam tausiah terbarunya pada Jumat (8/9), Ustadz Saharuddin HL, S.Ag, membedah stereotipe bahwa kemuliaan hari Jumat hanya milik kaum pria. Meski perempuan tidak diwajibkan salat Jumat, mereka memiliki peluang pahala yang setara melalui amalan sunah seperti membersihkan diri, bersalawat, hingga tadabur Al-Qur’an. “Pahala kebaikan dilipatgandakan bagi siapa saja. Perempuan tetap bisa meraih keberkahan Jumat melalui zikir dan doa yang mustajab,” jelas Ustadz Saharuddin di hadapan puluhan jemaah. Sejarah pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa di Muzdalifah pun menjadi pengingat bahwa “Al Jumuah” berarti berkumpul—sebuah semangat yang menjadi fondasi gotong royong warga desa.

Mengaitkan Hadis dengan Kesejahteraan Desa

Hal yang membuat pengajian di Desa Pattaneteang menonjol adalah integrasi materi pembangunan. Pendamping Lokal Desa, Hasan Habibu, S.Pd, mendorong para penyuluh agama untuk menyisipkan pesan mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) dan poin-poin SDGs Desa dalam ceramah mereka. Salah satu kaitan paling kuat adalah upaya penghapusan kemiskinan ekstrem. Hasan Habibu mengutip hadis populer, “Kaadal faqru ayyakuuna kufraa”, yang mengingatkan bahwa kemiskinan sering kali mendekatkan seseorang pada kekufuran. “Kementerian Desa menekankan agar Dana Desa benar-benar membawa perubahan nyata. Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan adalah amaliah keagamaan yang konkret. Jika perut lapar, ibadah pun menjadi tidak tenang,” tegas Hasan.

Wadah Informasi Desa Tercepat

Di level akar rumput, majelis taklim terbukti lebih efektif dibandingkan papan pengumuman formal. Dengan empat titik pertemuan berbeda di tiap dusun setiap bulannya, informasi mengenai kebijakan desa terserap lebih cepat oleh ibu-ibu yang merupakan pilar komunikasi keluarga. Melalui pola ini, Desa Pattaneteang membuktikan bahwa pengajian bisa menjadi instrumen modern untuk mengedukasi masyarakat tentang pembangunan berkelanjutan, tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual yang telah mengakar.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ijon Proyek Pendidikan : Benalu Baru di Sekolah Desa Bekasi

5 Mei 2026 - 09:42 WIB

BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi, Bagikan Alat Tulis ke Siswa SDN 104 Langensari Bandung

4 Mei 2026 - 09:18 WIB

Matikan TV Jauhkan Gawai: Budaya Baru Desa Banjaran

4 Mei 2026 - 05:15 WIB

Gedung Mewah Batusangkar: Harapan Baru Bagi Pemuda Pelosok

28 April 2026 - 20:50 WIB

Strategi Triple Readiness: Kunci Lulusan Sarjana Membangun Desa

26 April 2026 - 06:03 WIB

Siswa SMK Bawen Guncang Dunia Tani Lewat Inovasi

24 April 2026 - 05:45 WIB

Trending di PENDIDIKAN