Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

IPTEK · 28 Sep 2025 06:10 WIB ·

Kebon Ombo Farm Pamerkan Inovasi Bayam Kangkung Tanpa Cangkul


					Kebon Ombo Farm Pamerkan Inovasi Bayam Kangkung Tanpa Cangkul Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Sektor pertanian di Kabupaten Semarang terus berinovasi. Di Dusun Krajan, Desa Banyubiru, Kebon Ombo Farm yang dikelola oleh Darmanto mengembangkan teknik budidaya sayuran hortikultura yang sangat efisien, khususnya untuk bayam dan kangkung. Metode ini memungkinkan proses tanam yang cepat, tidak memerlukan pengolahan lahan intensif, dan sangat cocok diterapkan oleh petani dari berbagai usia.

Darmanto menjelaskan bahwa inovasi ini didorong oleh kebutuhan pasar yang kontinu, dengan target pasokan minimal 10 hingga 20 kilogram per minggu ke supermarket. Untuk mengatasi kendala waktu dan tenaga yang biasanya diperlukan saat menanam di tanah —seperti mencangkul dan mengolah bedengan berulang kali— ia memodifikasi sistem tanam menggunakan meja tanam dengan media sekam dan casting (pupuk dari cacing).

“Biasanya kita tanam di tanah dan di tanah itu ada kendala kita harus mengolah lagi, mengolah lagi. Dengan sistem ini, harapan kita setelah panen tinggal meratakan, membersihkan, langsung tanam lagi, tinggal ditambah nutrisi,” ujar Darmanto.

Inovasi utama dalam sistem ini adalah penggunaan media tanam dari arang sekam yang merupakan limbah penggilingan, dikombinasikan dengan pupuk casting. Penggunaan pupuk dari cacing (kascing) ini dipilih karena dianggap lebih unggul daripada pupuk organik biasa (kohe), sebab kascing minim bibit rumput liar. Hal ini secara signifikan menghilangkan kebutuhan untuk penyiangan (weeding), membuat proses pertanian menjadi sangat efisien dan ramah bagi petani lanjut usia.

“Kalau [pupuk] kohe itu masih ada bibit rumput. Tapi kalau kascing insyaallah sudah tidak ada bibit rumput, sehingga tidak ada penyiangan. Jadi intinya orang kesat ingin bertani, ya ini caranya,” jelasnya.

Efisiensi dan Modernisasi Pertanian

Model tanam di meja modifikasi ini hanya membutuhkan waktu sekitar 21 hari hingga panen. Menurut Darmanto, meskipun investasi awal pembuatan meja tanam hanya dilakukan sekali, namun secara kalkulasi jauh lebih efisien dibandingkan menanam di lahan konvensional yang memerlukan biaya tenaga kerja untuk mencangkul berulang kali.

Inovasi di Kebon Ombo Farm ini juga menjadi pusat pembelajaran. Saat ini, Kebon Ombo Farm rutin menerima anak-anak Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMK Pertanian, termasuk dari SMK Negeri 1 Bulakamba, Brebes. Siswa PKL tersebut tidak hanya belajar budidaya, tetapi juga dilibatkan dalam pengelolaan angkringan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship.

Mengenai masa depan pertanian, Darmanto berencana mengembangkan sistem yang lebih modern dengan mengintegrasikan teknologi IoT (Internet of Things). Rencana ke depan adalah pemasangan sensor NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) yang terhubung ke sistem otomatisasi. Sensor akan mendeteksi kekurangan unsur hara pada tanaman, dan secara otomatis alat akan menyalurkan nutrisi yang dibutuhkan.

“Setelah sensor NPK, larinya nanti ke mekanisasi pertanian otomatisasi. Kalau dia punya N-nya kurang, otomatis nanti alat kita memasukkan unsur N tersebut,” pungkas Darmanto. Inovasi ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam greenhouse modern, mewujudkan pertanian yang tidak hanya efisien, tetapi juga presisi dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai

16 Maret 2026 - 10:14 WIB

Bakteri Indigeneus: Kunci Cuan Akuaponik di Lahan Sempit

13 Maret 2026 - 19:03 WIB

Trending di IPTEK