Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 27 Jul 2026 06:01 WIB ·

Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau


					Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Perguruan tinggi di Sumatera Barat (Sumbar) kini memikul tanggung jawab besar untuk memperkuat riset, dokumentasi, dan pelestarian warisan sejarah serta budaya Minangkabau. Kampus-kampus di Ranah Minang diharapkan mampu meniru konsistensi global dalam menjaga kekayaan literasi kuno agar tidak hilang ditelan zaman.

Meskipun wilayah Sumbar kaya akan jejak peradaban tua—seperti temuan arkeologi di Gua Lida Ajer, Situjuh, hingga kawasan Menhir Maek—banyak warisan sejarah lokal yang belum terdokumentasi dan dipublikasikan secara ilmiah ke tingkat internasional.

Inspirasi dari Sastra Klasik Tamil
Tantangan bagi dunia akademik ini mengemuka di sela-sela penyerahan hibah 7.000 buku sastra klasik dari Pemerintah Tamil Nadu, India, melalui Yayasan Satu Pena kepada para rektor perguruan tinggi se-Sumbar di Istana Gubernur, Jumat (24/7/2026).

Ribuan buku yang diserahkan tersebut terdiri atas empat kategori:

* Sastra klasik Tamil berusia 1.000 hingga 2.000 tahun
* Sastra modern
* Filsafat
* Buku referensi akademik

Koleksi ini akan didistribusikan ke perpustakaan kampus sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Kehadiran literasi India ini diharapkan menjadi pemantik bagi dosen dan mahasiswa untuk lebih serius menerjemahkan, meneliti, dan membukukan khazanah budaya Minangkabau sendiri.

Hubungan Historis dan Diplomasi Budaya
Ketua International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) IV sekaligus Ketua Satu Pena Sumbar, Sastri Bakry, menjelaskan bahwa hibah ini merupakan bagian dari diplomasi budaya. Proses pengiriman buku sempat tertunda di Pelabuhan Belawan akibat kendala administrasi, sebelum akhirnya berhasil disalurkan ke kampus-kampus berkat dukungan penuh Pemerintah Tamil Nadu.

Hubungan emosional antara Indonesia dan India sendiri sudah terjalin lama sejak era kuno hingga modern, termasuk catatan sejarah bantuan beras dari Presiden Soekarno saat India dilanda krisis pangan. Melalui hibah buku ini, peluang kerja sama akademik, penelitian, dan pertukaran pengetahuan antara kampus di Sumbar dan India terbuka semakin lebar.

Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir dalam acara tersebut turut memberikan apresiasinya terhadap langkah nyata ini. Ia mendukung penuh agar perguruan tinggi mengambil peran strategis di garis depan dalam menyelamatkan kekayaan intelektual daerah.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi literasi ini mampu memotivasi generasi muda dan akademisi lokal untuk menjaga peradaban Minangkabau agar tetap hidup lintas generasi, sebagaimana masyarakat India menjaga karya sastra dua ribu tahun mereka.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD