Purworejo, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Di ketinggian sekitar 800 mdpl, di balik keindahan perbukitan Menoreh, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, menyimpan potensi ekonomi luar biasa: kambing Etawa dengan postur jumbo dan kualitas unggul. Budidaya kambing ini bukan sekadar aktivitas peternakan biasa, melainkan tradisi turun-temurun yang kini telah menjelma menjadi sebuah brand nasional.
Kambing Etawa Kaligesing sendiri merupakan hasil persilangan antara kambing lokal Jawa (Benggolo) dan kambing Jamnapari dari India. Budidaya ini telah ada sejak zaman penjajahan, menjadikannya warisan leluhur yang terus dilestarikan. Pada tahun 2010, Kementerian Pertanian secara resmi mematenkan kambing Etawa Kaligesing sebagai galur khas, menegaskan keunggulannya secara nasional.
Salah satu tokoh yang konsisten melestarikan tradisi ini adalah Sofyan, seorang peternak muda yang kini memiliki lebih dari 150 ekor kambing Etawa. Sofyan memulai perjalanannya dari nol pada tahun 2006, saat ia masih menjadi buruh gaduhโsebuah sistem bagi hasil anakan kambing. Dari pengalaman tersebut, ia belajar mengelola ternak dan kini telah membangun bisnis peternakannya secara profesional dengan tim yang solid, termasuk admin, sopir, dan kepala kandang.
Sofyan tak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga menciptakan branding kuat melalui platform digital bernama Kambing Kaligesing TV (KKTV). Nama ini muncul dari inisiatif para netizen karena nama aslinya dianggap terlalu panjang. KKTV tidak hanya menjadi kanal promosi, melainkan juga wadah edukasi dan literasi peternakan modern. Dengan manajemen yang terstruktur, ia bahkan memproduksi pakan konsentrat sendiri bernama Nusitri dan membuat merchandise unik seperti kaus bertema kambing Etawa.
Meskipun Kaligesing berada di daerah perbukitan yang infrastrukturnya sempat menjadi kendala, potensi daerah ini sangat besar. Di Desa Tlogoguwo, misalnya, hampir seluruh kepala keluarga (sekitar 3.500 jiwa) bergantung pada peternakan kambing Etawa. Hal ini menjadikan Kaligesing sebagai sentra pembibitan kambing Etawa unggul yang menjadi rujukan nasional.
“Kami sebagai generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melestarikan dan membanggakan produk ikonik ini. Faktanya, kambing Etawa Kaligesing adalah produk unggulan Indonesia,” ujar Sofyan.
Kini, dengan adanya program pelebaran jalan yang dimulai pada Agustus 2025, akses menuju Kaligesing semakin mudah. Hal ini diharapkan dapat mengangkat potensi ekonomi Kaligesing, yang tidak hanya dikenal karena kambing Etawanya, tetapi juga potensi wisata alamnya. Sofyan juga mengajak anak muda untuk tidak ragu terjun ke dunia peternakan. “Peternak sekarang itu modern. Kita bisa kelola skala besar dengan konsep yang lebih efisien,” katanya. Ia juga membuka pintu bagi para pemuda yang ingin belajar dengan sistem plasma, di mana ia akan merekrut peternak muda sebagai mitra untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.