Minahasa, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] – Panggung Pemilihan Hukum Tua (Pilkades) serentak tahun 2026 di Kabupaten Minahasa mulai melahirkan kejutan. Lerby Tamuntuan, seorang jurnalis yang selama ini dikenal vokal memotret dinamika Minahasa, dikabarkan bakal turun gelanggang. Ia kini bersiap menukar pena dan buku catatan dengan tanggung jawab lebih besar: membangun tanah kelahirannya, Desa Kamangta.
Langkah Lerby ini tergolong out of the box bagi rekan sejawatnya. Selama bertahun-tahun, fokus hidupnya hanya berputar pada tenggat waktu dan produksi berita. Namun, momentum Pilkades tahun ini seolah menjadi titik balik bagi pria asal Kecamatan Tombulu tersebut untuk berhenti sekadar melaporkan masalah dan mulai menjadi bagian dari solusi.
Dari Pengamat Menjadi Aktor Kebijakan
Dunia jurnalistik dan pemerintahan desa memang bak dua kutub yang berbeda. Jika jurnalis bekerja sebagai anjing penjaga (watchdog) yang mengawasi kekuasaan, menjadi Hukum Tua berarti menjadi pusat dari kekuasaan itu sendiri di tingkat desa. Lerby mengaku transisi batin ini tidak terjadi dalam semalam.
“Selama ini tidak pernah terlintas sedikit pun untuk menjadi pejabat pemerintah desa. Fokus saya hanya berita apa yang akan dibuat hari ini dan besok. Namun, panggilan pengabdian ini hadir sebagai tanggung jawab moral yang harus saya jawab,” ungkap Lerby kepada rekan media.
Filosofi Aliran Sungai dalam Politik Desa
Menanggapi arus dukungan yang mulai mengalir, Lerby memilih sikap tenang dan tidak terburu-buru. Baginya, politik desa adalah misteri yang harus dijalani dengan niat tulus, bukan ambisi buta. Ia mengibaratkan proses ini seperti mengikuti aliran sungai hingga ke muaranya.
“Saya mengikuti prosesnya saja tanpa satu gerakan yang mendahului hasil. Sambil jalan, saya memperkuat motivasi. Jika Tuhan berkenan melalui mandat masyarakat Kamangta, saya siap mengabdi tanpa membeda-bedakan derajat warga,” tambahnya.
Fenomena jurnalis yang terjun ke politik desa memberikan warna baru dalam demokrasi lokal di Minahasa. Dengan modal jaringan yang luas dan pemahaman mendalam mengenai isu sosial yang didapat dari lapangan, sosok seperti Lerby diprediksi mampu membawa perspektif transparansi dan akuntabilitas yang lebih kuat ke dalam birokrasi desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.