Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 31 Jan 2026 22:58 WIB ·

Jurnalis Minahasa Siap Tukar Pena Menjadi Pelayan Desa


					Jurnalis Minahasa Siap Tukar Pena Menjadi Pelayan Desa Perbesar

Minahasa, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] – Panggung Pemilihan Hukum Tua (Pilkades) serentak tahun 2026 di Kabupaten Minahasa mulai melahirkan kejutan. Lerby Tamuntuan, seorang jurnalis yang selama ini dikenal vokal memotret dinamika Minahasa, dikabarkan bakal turun gelanggang. Ia kini bersiap menukar pena dan buku catatan dengan tanggung jawab lebih besar: membangun tanah kelahirannya, Desa Kamangta.

Langkah Lerby ini tergolong out of the box bagi rekan sejawatnya. Selama bertahun-tahun, fokus hidupnya hanya berputar pada tenggat waktu dan produksi berita. Namun, momentum Pilkades tahun ini seolah menjadi titik balik bagi pria asal Kecamatan Tombulu tersebut untuk berhenti sekadar melaporkan masalah dan mulai menjadi bagian dari solusi.

Dari Pengamat Menjadi Aktor Kebijakan
Dunia jurnalistik dan pemerintahan desa memang bak dua kutub yang berbeda. Jika jurnalis bekerja sebagai anjing penjaga (watchdog) yang mengawasi kekuasaan, menjadi Hukum Tua berarti menjadi pusat dari kekuasaan itu sendiri di tingkat desa. Lerby mengaku transisi batin ini tidak terjadi dalam semalam.

“Selama ini tidak pernah terlintas sedikit pun untuk menjadi pejabat pemerintah desa. Fokus saya hanya berita apa yang akan dibuat hari ini dan besok. Namun, panggilan pengabdian ini hadir sebagai tanggung jawab moral yang harus saya jawab,” ungkap Lerby kepada rekan media.

Filosofi Aliran Sungai dalam Politik Desa
Menanggapi arus dukungan yang mulai mengalir, Lerby memilih sikap tenang dan tidak terburu-buru. Baginya, politik desa adalah misteri yang harus dijalani dengan niat tulus, bukan ambisi buta. Ia mengibaratkan proses ini seperti mengikuti aliran sungai hingga ke muaranya.

“Saya mengikuti prosesnya saja tanpa satu gerakan yang mendahului hasil. Sambil jalan, saya memperkuat motivasi. Jika Tuhan berkenan melalui mandat masyarakat Kamangta, saya siap mengabdi tanpa membeda-bedakan derajat warga,” tambahnya.

Fenomena jurnalis yang terjun ke politik desa memberikan warna baru dalam demokrasi lokal di Minahasa. Dengan modal jaringan yang luas dan pemahaman mendalam mengenai isu sosial yang didapat dari lapangan, sosok seperti Lerby diprediksi mampu membawa perspektif transparansi dan akuntabilitas yang lebih kuat ke dalam birokrasi desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jemu Janji Manis, Warga Obi Kompak Benahi Jalan

1 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Ritual Pendinginan: Harmoni Adat dan Modernitas Pesisir Malaka

29 September 2026 - 19:22 WIB

Pilkades Bantarjaya: Tumbangnya Petahana dan Ujian Pj Mursidi

29 September 2026 - 12:55 WIB

Bansos Ribuan Warga Wonogiri Disetop Gegara Judol Pinjol

19 September 2026 - 06:11 WIB

Sengkarut Dana Desa Malaka: Pelatihan 10 Menit Disorot

17 September 2026 - 10:01 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Trending di KABAR DESA