Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Sebanyak 6.421 anak di Kabupaten Jombang tercatat tidak bersekolah per Maret 2026. Angka ini memicu langkah darurat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jombang untuk melakukan intervensi lintas sektor. Fokus utamanya bukan sekadar pendataan, melainkan memutus rantai kemiskinan yang menjadi akar penyebab ribuan anak kehilangan hak akses pendidikan formal di wilayah ini.
Sekretaris Dikbud Jombang, Abdul Majid, menegaskan bahwa persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) adalah “alarm” bagi seluruh instansi. Menurutnya, kegagalan anak dalam mengenyam pendidikan 13 tahun adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya beban satu dinas. “Dibutuhkan koordinasi agar program wajib belajar berjalan optimal tanpa ada anak yang tertinggal,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Aula 1 Dikbud Jombang, Selasa (3/3/2026).
Ekonomi Lokal Jadi Penjara Pendidikan
Identifikasi lapangan mengungkap fakta pahit: faktor ekonomi lokal masih menjadi “penjara” yang menghalangi anak-anak Jombang menuju bangku sekolah. Kondisi finansial keluarga yang tidak stabil memaksa anak-anak melepaskan seragam demi membantu kelangsungan hidup atau sekadar bertahan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Jombang untuk menghadirkan solusi subsidi atau beasiswa yang tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini diwajibkan bersinergi. Langkah konkret yang disepakati mencakup pemetaan data yang lebih presisi dan integrasi program bantuan agar hambatan biaya tidak lagi menjadi alasan anak berhenti belajar.
Mengejar Target Wajib Belajar 13 Tahun
Dikbud Jombang menargetkan penurunan angka ATS secara signifikan sepanjang tahun 2026. Upaya pemerataan akses pendidikan terus didorong agar setiap anak mendapatkan hak belajar yang layak dan berkesinambungan. Dengan sinergi lintas sektor, pemerintah berharap Jombang tidak hanya mencetak angka statistik, tetapi benar-benar menyelamatkan masa depan ribuan generasi mudanya dari keterpurukan literasi.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.