Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 13 Apr 2026 21:02 WIB ·

Siswa SMK 1 Bawen: Nyangkul Itu Keren, Edamamenya Tembus Jakarta


					Siswa SMK 1 Bawen: Nyangkul Itu Keren, Edamamenya Tembus Jakarta Perbesar

Bawen, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Siapa bilang anak muda zaman sekarang takut kotor? Di SMK Negeri 1 Bawen, sekelompok siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) membuktikan bahwa memegang cangkul dan berlumur lumpur adalah langkah awal menuju kemandirian ekonomi. Bukan sekadar praktik sekolah, edamame hasil peluh keringat mereka kini sudah melanglang buana hingga ke kementerian di Jakarta.

Anggreni Cahya Athpa, salah satu siswa, tampak tak canggung saat harus melepas sepatu dan masuk ke lahan becek. Baginya, setiap tahapan mulai dari membuat bedengan, memasang mulsa, hingga teknik “pengocoran” pupuk adalah bagian dari cerita besar yang ia bangun. “Bangga banget,” ujarnya singkat saat melihat tanaman edamame berumur satu bulan mulai menunjukkan bunga-bunganya.

Kekuatan Cerita di Balik Bedengan
Ada hal menarik yang diterapkan para petani muda ini: storytelling. Mereka tidak hanya menjual hasil panen, tetapi membagikan proses “berdarah-darah” di balik layar. Mulai dari drama nyangkul bareng saat teman tidak berangkat, hingga guyonan di sela-sela membuat parit. Proses inilah yang dianggap memiliki nilai “nancap” bagi orang luar.

“Konten medsos itu harus ada alurnya, ada step-nya. Orang melihat proses kalian nyangkul itu justru keren,” ungkap salah satu mentor dalam diskusi tersebut. Melalui literasi digital, aktivitas bertani yang dianggap sepele oleh sebagian orang, diubah menjadi narasi profesional yang menarik minat pasar luas.

Sains di Balik Gurihnya Edamame
Bukan sekadar asal tanam, para siswa ini menguasai teknis pertanian dengan presisi. Mereka pahamteknik pemupukan baik secara tugal maupun pemupukan dengan dikocorkan dengan dosis pupuk: larutan 60 gram nutrisi (NPK dan KCl) dalam 10 liter air. Mereka juga tahu pantangan keras dalam pemupukan: cairan tidak boleh mengenai daun karena bisa menyebabkan plasmolisis ditandai daun tanaman kering.

Kejelian mereka juga terlihat saat melakukan “penyulaman” atau menambal benih yang gagal tumbuh akibat serangan organisme tanah atau faktor cuaca. Perawatan intensif ini mencakup pembersihan gulma secara manual untuk memastikan nutrisi terserap sempurna oleh tanaman utama.

Dari Desa Menuju Panggung Nasional
Hasilnya tidak main-main. Edamame produksi siswa SMK Bawen diklaim SEHAT DAN FRESH . Kualitas unggul ini membawa produk mereka keluar dari pasar lokal Bawen dan menembus pasar Jakarta. Setahun lalu, produk ini sukses dipasarkan di lingkungan Kementerian Pendidikan.

“Kami ingin semua orang di Indonesia tahu bahwa anak SMK bisa menghasilkan produk unggul. Kami belajar mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pemasaran,” tegas Anggreni Semangat “Smart, Profesional, Mendunia” yang mereka usung seolah menjadi oase bagi masa depan pertanian Indonesia yang seringkali kekurangan regenerasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Sumbar Dorong IMLA Perkuat Pembelajaran Bahasa Arab

25 September 2026 - 13:38 WIB

Guru Samarinda Dilatih Menangkal Penipuan Finansial Digital

23 September 2026 - 23:37 WIB

Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Gubernur Mahyeldi : Jangan Sia-siakan Kesempatan

22 September 2026 - 10:45 WIB

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Trending di PENDIDIKAN