Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Desa Wisata GURANJHIL bersiap naik kelas menuju kancah internasional. Melalui kolaborasi strategis dengan Politeknik Negeri Padang (PNP), potensi lokal di Padang Pariaman ini kini dikemas ulang melalui sentuhan digitalisasi dan komunikasi industri kreatif. Langkah ini bertujuan memperkuat branding nagari agar lebih mandiri secara ekonomi dan dikenal luas oleh wisatawan mancanegara.
Ketua P3M PNP, Doni Marzuki, menegaskan bahwa keterlibatan lintas jurusan—termasuk Jurusan Bahasa Inggris—adalah kunci untuk menembus pasar global. Selama tiga bulan ke depan, para mahasiswa dan dosen akan bahu-membahu dengan Pokdarwis Paingan untuk melahirkan berbagai inovasi digital, mulai dari situs web hingga video profil desa yang profesional.

Workshop Kreatif: Memoles Wajah Desa di Dunia Maya
Program bertajuk ‘Workshop in Communication in Creative Industry’ ini membagi mahasiswa ke dalam delapan kelompok kerja khusus. Fokusnya beragam: pembuatan e-brochure, buku panduan wisata, hingga optimasi akun Instagram desa. Gilang Surendra, selaku Ketua Tim, menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan implementasi praktis mata kuliah yang langsung menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Ketua Pokdarwis Paingan, H. Ali Akbar, menyambut optimis bantuan akademik ini. Mengingat rintisan desa wisata yang telah dimulai sejak 2021, kehadiran sentuhan teknologi dan komunikasi modern diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Pantai Paingan dan sekitarnya.
Teh Bunga Telang: Ikon Sehat dari Kebun Organik
Tak hanya wisata alam, GURANJHIL menonjolkan keunikan kuliner melalui Teh Herbal Bunga Telang. Produk dari Kebun IDeOrganik ini menjadi salah satu daya tarik edukasi kesehatan bagi pengunjung. Dengan warna ungu cerahnya yang khas, produk lokal ini diproyeksikan menjadi komoditas unggulan yang melengkapi paket wisata digital desa.
Kunjungan lapangan ke Pantai Paingan menutup pertemuan strategis ini, sekaligus mempertegas komitmen PNP dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada masyarakat. GURANJHIL kini bukan lagi sekadar desa di pesisir, melainkan calon destinasi wisata digital yang siap bersaing secara mandiri.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.