Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 13 Apr 2026 21:40 WIB ·

Gaya Storytelling: Rahasia Siswa SMK Bawa Edamame ke Jakarta


					Gaya Storytelling: Rahasia Siswa SMK Bawa Edamame ke Jakarta Perbesar

Bawen, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Di tengah bayang-bayang krisis regenerasi petani, sekelompok siswa SMK Negeri 1 Bawen menunjukkan bahwa “nyangkul” bukan sekadar kerja fisik, melainkan sebuah seni bercerita yang bernilai jual. Menguasai jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), para remaja ini tidak hanya mahir mengolah tanah, tetapi juga sukses menembus pasar Kementerian di Jakarta dengan komoditas Edamame unggulan mereka.

Kuncinya ternyata ada pada storytelling. Melalui konten media sosial, mereka membagikan setiap jengkal proses: mulai dari peluh saat mencangkul bedengan, pemupukan dasar, memasang mulsa, hingga teknik pemupukan secara tugal dan teknik pengocoran pupuk NPK dan KCl. Bagi mereka, memperlihatkan proses kerja di sawah adalah cara terbaik meyakinkan orang luar bahwa produk desa itu keren dan profesional.

Teknologi dan Presisi di Tangan Muda
Bekerja di sawah bukan berarti tanpa ilmu. Siswa kelas 11 ini sangat detail soal teknis. Untuk tanaman Edamame umur satu bulan, mereka menerapkan dosis pupuk yang ketat: 60 gram campuran nutrisi dilarutkan dalam 10 liter air. “Tidak boleh terkena daun karena bisa kering,” jelas salah satu siswa sembari menunjukkan tunas bunga yang mulai muncul.

Kedisiplinan ini berbuah manis. Edamame hasil keringat siswa Bawen ini diklaim Sehat, fresh dan memiliki standar gizi tinggi. Ketelitian dalam perawatan—seperti mencabut gulma (tanaman pengganggu) dan melakukan penyulaman pada benih yang dimakan organisme tanah—menjadi literasi penting bagi siapa pun yang ingin belajar bertani secara cerdas.

Bangga Jadi Tutor Pertanian Dunia
Semangat “tani cerdas” yang mereka usung tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah. Mereka menyatakan kesiapannya menjadi tutor bagi komunitas kelompok tani yang ingin belajar budidaya modern. Keberhasilan menjual produk hingga ke ibu kota menjadi suntikan semangat bahwa anak desa punya daya saing global.

Aksi melepas sepatu dan kaos kaki untuk langsung mengecek kondisi tanaman di tanah becek bukan lagi beban, melainkan kebanggaan. Dengan slogan “Smart, Profesional, Mendunia”, para siswa ini membuktikan bahwa masa depan pertanian Indonesia ada pada gabungan antara kerja keras di lumpur dan kecerdasan membangun narasi di ruang digital.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Guru Samarinda Dilatih Menangkal Penipuan Finansial Digital

23 September 2026 - 23:37 WIB

Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Gubernur Mahyeldi : Jangan Sia-siakan Kesempatan

22 September 2026 - 10:45 WIB

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Trending di PENDIDIKAN