Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang sedang berpacu dengan waktu untuk menuntaskan masalah jalan berlubang. Tak tanggung-tanggung, dana segar senilai Rp13,5 miliar telah diketuk untuk menyulap lima jalur urat nadi ekonomi di Jombang menjadi mulus kembali pada awal tahun anggaran 2026 ini.
Langkah ini tergolong berani dan “out of the box”. Jika biasanya proyek fisik baru dimulai di pertengahan tahun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang justru tancap gas di kuartal pertama. Strategi ini diambil untuk memastikan pengerjaan jalan tidak terhambat oleh cuaca ekstrem atau lonjakan harga material di akhir tahun.
Target Lelang Maret, Eksekusi April
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang, Agung Setiaji, mengungkapkan bahwa seluruh dokumen teknis ditargetkan rampung pada Februari 2026. Dengan koordinasi ketat bersama konsultan, proses lelang akan segera dibuka pada Maret mendatang.
“Targetnya, pekerjaan fisik sudah bisa dimulai bulan April setelah proses pengadaan selesai,” tegas Agung. Kepastian jadwal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi warga yang sering mengeluhkan hambatan mobilitas akibat kerusakan jalan.
Daftar Jalur Prioritas yang “Bedah Rumah”
Sebanyak lima ruas jalan utama telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan dengan rincian anggaran sebagai berikut:
- Mojoagung – Mojoduwur: Rp2,99 Miliar (Peningkatan Jalan)
- Made – Asemgede: Rp2,89 Miliar (Rekonstruksi Jalan)
- Gebangbunder (Plandaan): Rp2,87 Miliar (Rekonstruksi Jalan)
- Cukir – Mojowarno: Rp2,80 Miliar (Peningkatan Jalan)
- Mojolegi – Panglungan: Rp2,00 Miliar (Peningkatan Jalan)
Transparansi Tanpa Molor
Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Jombang kali ini memperketat koordinasi dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Tujuannya jelas: memastikan tidak ada keterlambatan (deadline) yang dapat merugikan masyarakat.
Perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar urusan aspal, melainkan misi untuk menekan angka kecelakaan dan mempercepat perputaran roda ekonomi antar-kecamatan. Dengan jalur yang lebih layak, akses logistik dari pusat produksi ke pasar akan jauh lebih efisien dan murah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.