Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 24 Apr 2026 19:06 WIB ·

Jangan Khianati Rakyat: Pesan Keras Kajati untuk Sumbar


					Jangan Khianati Rakyat: Pesan Keras Kajati untuk Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Hanya dalam waktu 180 hari, sinergi antara pedang hukum dan kebijakan daerah di Sumatera Barat mencatatkan standar baru. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, melepas masa tugas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Muhibuddin dengan pujian tinggi, menyebut kontribusinya sebagai kunci lancarnya program strategis yang berdampak hingga ke level masyarakat paling bawah.

Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya soal angka anggaran, melainkan tentang bersihnya tata kelola dari tangan-tangan korup. Korupsi dipandang sebagai penghambat nyata yang menggerus kepercayaan publik dan menghancurkan fondasi kemakmuran daerah yang seharusnya dinikmati warga desa dan kota secara adil.

Sinergi Hukum Penjaga Dana Rakyat
Mahyeldi memberikan apresiasi atas integritas Kejati dalam menjaga pemerintahan yang bersih. Sinergitas ini terbukti menjadi indikator utama pelaksanaan program daerah dan nasional berjalan tanpa kendala berarti. Penegakan hukum yang berkelanjutan dianggap sebagai jaring pengaman agar anggaran pembangunan tidak bocor ke kantong pribadi, terutama di tengah tantangan pembangunan Sumbar yang kompleks.

Petuah Adat Jadi Bekal Penegak Hukum
Bagi Muhibuddin, masa tugas di Ranah Minang adalah perjalanan belajar dari “guru kehidupan”. Ia mengakui bahwa nilai adat dan kearifan lokal masyarakat Sumatera Barat menjadi inspirasi dalam menjalankan tugasnya. “Orang awak penuh petuah dan keteladanan,” ungkapnya saat acara perpisahan di Padang, Rabu malam (23/4/2026). Nilai-nilai ini menjadi landasan moral agar hukum tidak hanya tajam, tapi juga memiliki rasa keadilan yang membumi.

Mandat Terakhir: Cintai Rakyat, Bukan Kepentingan Pribadi
Sebelum kembali ke Jakarta, Muhibuddin memberikan peringatan keras kepada jajaran birokrasi dan jajaran Forkopimda. Ia meminta semua pihak untuk fokus pada satu tujuan: memakmurkan masyarakat. “Jangan pernah mengkhianati amanah karena kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya. Pesan ini menjadi alarm bagi para pengelola anggaran daerah agar tetap menjaga amanah publik demi terwujudnya Sumatera Barat yang maju dan sejahtera.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Silokek Menuju UNESCO: Harga Diri Indonesia Ada di Desa

24 April 2026 - 19:16 WIB

Teknologi Dasawisma: Sensor Pembangunan Terdepan dari Nagari Air Haji

24 April 2026 - 10:46 WIB

Digitalisasi Layanan Haji Sumbar Mudahkan Komunikasi Jamaah Lansia

24 April 2026 - 10:38 WIB

Sinergi Teknologi dan Apindo Dorong UMKM Desa Naik Kelas

24 April 2026 - 10:29 WIB

Wajah Baru Birokrasi Sumbar: Harapan Baru Layanan Desa

23 April 2026 - 07:04 WIB

Benteng Nagari: Aturan Adat Penjaga Masa Depan Generasi

23 April 2026 - 06:57 WIB

Trending di PEMDA