Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 24 Apr 2026 10:38 WIB ·

Digitalisasi Layanan Haji Sumbar Mudahkan Komunikasi Jamaah Lansia


					Digitalisasi Layanan Haji Sumbar Mudahkan Komunikasi Jamaah Lansia Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Embarkasi Padang resmi melepas 384 jamaah haji Kloter 1 menuju Madinah pada Jumat (24/4) dini hari. Di balik seremoni pelepasan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, terdapat lompatan teknologi yang menjadi sorotan utama: penggunaan kanal WhatsApp sebagai pusat informasi dan pengaduan bagi para jamaah.

Inovasi digital ini dirancang untuk memangkas hambatan komunikasi, terutama bagi jamaah asal daerah yang mungkin kesulitan mengakses sistem informasi rumit. Melalui platform yang akrab di tangan warga, proses koordinasi selama di Tanah Suci diharapkan menjadi lebih responsif dan transparan.

Pendampingan Digital untuk Jamaah Lansia
Tahun 1447 H/2026 M ini mengusung tema pelayanan ramah lansia dan perempuan. Mengingat terdapat jamaah yang menyentuh usia 85 tahun, integrasi teknologi pengaduan ini menjadi fondasi penting bagi petugas untuk memberikan atensi khusus secara cepat. Solidaritas dan disiplin jamaah kini didukung oleh sistem peringatan dan panduan yang lebih terdigitalisasi.

Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa pelayanan maksimal harus diberikan sejak dini sebagai fondasi sistem masa depan. Inovasi ini mempermudah petugas Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar dalam memantau kondisi lapangan secara real-time, memastikan keselamatan total 5.402 jamaah yang berangkat dari Embarkasi Padang.

Logistik dan Konektivitas Antarwilayah
Jamaah Kloter 1 yang didominasi oleh 232 perempuan ini bertolak menggunakan pesawat Boeing 777 Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Minangkabau. Persiapan matang mencakup sinkronisasi jadwal keberangkatan dan sistem pemantauan jamaah hingga jadwal kepulangan pada 3 Juli 2026 mendatang.

Dengan total 14 kloter yang mencakup jamaah dari Sumatera Barat dan Bengkulu, sistem informasi digital terpadu ini menjadi kunci utama. Teknologi hadir bukan untuk mempersulit, melainkan memastikan ibadah di Tanah Suci berjalan nyaman, aman, dan tetap dalam jangkauan koordinasi petugas meskipun berada di benua berbeda.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nestapa di Koto Sani: Bibit Nila Diberi Pakan Lele

11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Skor MCSP Anjlok, KPK Endus Celah Korupsi Sumbar

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Indeks Pengawasan Anjlok, Sumbar Perketat Anggaran Bencana

9 Oktober 2026 - 08:18 WIB

HUT ke-81 TNI: Perkuat Sistem Pertahanan Berbasis Nagari

5 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Menakar Resiko Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Pajak Kendaraan

4 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Menambal Defisit Anggaran Sumbar Lewat Pajak Kendaraan Bermotor

4 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Trending di KABAR PEMDA