Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 16 Feb 2026 19:02 WIB ·

Jalur Mudik Lembah Anai Dibuka Tanpa Sistem One Way


					Jalur Mudik Lembah Anai Dibuka Tanpa Sistem One Way Perbesar

Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Kabar penting bagi para calon pemudik yang akan melintasi jalur legendaris Padang–Bukittinggi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi meniadakan sistem satu arah (one way) untuk masa libur Idulfitri 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah paling realistis mengingat proses pemulihan ruas jalan Lembah Anai pascabencana November lalu masih terus dikebut hingga saat ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa ketiadaan sistem one way tahun ini adalah konsekuensi dari pengerjaan fisik jalan yang belum tuntas 100 persen. “Aspek keselamatan adalah harga mati. Karena perbaikan jalan Lembah Anai belum tuntas, kebijakan one way ditiadakan tahun ini,” tegas Arry saat meninjau lokasi, Senin (16/2/2026).

Larangan Berhenti: Antara Kelancaran dan Nyawa
Ada instruksi khusus bagi pengendara yang melintasi kawasan ini: Dilarang keras berhenti di sepanjang jalur Lembah Anai. Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Selain demi menjaga ritme arus lalu lintas agar tidak terkunci (stuck), kawasan tersebut masih dikategorikan zona waspada karena pengerjaan tebing dan drainase yang masih berlangsung.

Pemerintah menyadari bahwa keindahan Lembah Anai sering kali menggoda pengendara untuk menepi sejenak. Namun, tahun ini ego estetika harus dikalahkan oleh insting keselamatan. Risiko bencana hidrometeorologi susulan masih menjadi bayang-bayang yang harus diantisipasi secara kolektif oleh pengguna jalan.

Target Rampung Juni, Akses Tetap 24 Jam
Meskipun masih dalam tahap konstruksi, akses utama penghubung dua kota penting di Sumbar ini akan tetap dibuka selama 24 jam penuh selama masa mudik dan balik Lebaran. Langkah ini sesuai dengan instruksi Menteri Pekerjaan Umum RI, Dodi Hanggodo, guna menjamin mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak lumpuh total.

Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumbar, Masheri Yanda Boy, menambahkan bahwa kebijakan ini adalah jalan tengah yang paling aman. “Pemerintah sering berada di posisi sulit; bertindak atau tidak bertindak bisa saja dikritik. Namun, mencegah risiko yang lebih besar bagi nyawa masyarakat adalah prioritas utama kami,” ungkapnya.

Saat ini, progres perbaikan ditargetkan rampung secara menyeluruh pada Juni 2026. Hingga saat itu tiba, para pemudik diminta untuk ekstra waspada, mematuhi rambu darurat, dan mengikuti instruksi petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan pulang kampung.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perjuangan Energi dan Janji Listrik Nagari Sungai Lolo

27 Mei 2026 - 10:24 WIB

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Satlinmas Nagari Garda Amankan Pembangunan Desa Sumatera Barat

25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Cetak Miliarder Digital Desa Lewat Nagari Creative Hub Sumbar

25 Mei 2026 - 20:49 WIB

Bupati Erwin Burase Pacu Kemandirian UMKM Desa Parigi Moutong

24 Mei 2026 - 22:02 WIB

Diaspora Minang Ditantang Bangun Kemandirian Nagari Sumbar

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Trending di PEMDA