Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kabar gembira bagi para pemudik yang merindukan jalur ikonik Lembah Anai. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memberikan instruksi tegas agar jalan nasional penghubung Padang–Bukittinggi ini beroperasi penuh selama 24 jam nonsen pada periode libur Idulfitri 1447 H mendatang.
Langkah ini menjadi terobosan penting untuk mengakhiri drama sistem buka-tutup jalur yang telah berlangsung sejak bencana besar melanda akhir November lalu. Menteri PU menargetkan relaksasi lalu lintas ini berlaku mulai H-7 hingga H+7 Lebaran guna menjamin kelancaran arus mudik di Sumatera Barat.
“Saya minta ruas ini dibuka 24 jam penuh. Tidak boleh ada lagi alat berat di badan jalan saat puncak arus mudik agar masyarakat aman dan lancar,” ujar Menteri Dody saat meninjau lokasi perbaikan di Kabupaten Tanah Datar, Rabu (28/1/2026).
Gencatan Senjata Alat Berat
Pengerjaan permanen jalan Lembah Anai sebenarnya baru ditargetkan rampung total pada Juli 2026. Namun, Kementerian PU memilih strategi “istirahat teknis” selama masa Lebaran. Strategi ini mengharuskan seluruh alat berat menyingkir dari badan jalan untuk memberikan ruang maksimal bagi kendaraan pribadi dan logistik.
Pendekatan fungsional ini disambut hangat oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Menurutnya, pemulihan fungsi jalur ini secara penuh selama dua minggu masa Lebaran adalah kunci penggerak ekonomi daerah pascabencana.
“Langkah cepat Kementerian PU sangat strategis. Ini bukan sekadar jalan, tapi urat nadi ekonomi dan distribusi logistik Sumatera Barat bagian utara,” kata Mahyeldi.
Keamanan Pengguna Jalan Tetap Utama
Meskipun pengerjaan dikebut untuk dibuka 24 jam, aspek keselamatan tidak ditinggalkan. Pemprov Sumbar bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar akan melakukan koordinasi intensif untuk memastikan jalur fungsional tersebut tetap stabil dan aman dilalui meski pembangunan fisik belum 100 persen tuntas.
Peninjauan lapangan ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade dan jajaran pimpinan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, menunjukkan sinergi kuat antara eksekutif dan legislatif demi memastikan Sumbar tidak lagi terisolasi akibat proses perbaikan jalan.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.