Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Wisata “Menari” di kaki Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang, menunjukkan langkah inovatif dalam melestarikan kekayaan alamnya. Melalui program Pemberdayaan Masyarakat Desa Menari, desa ini mengintegrasikan teknologi digital untuk konservasi dan promosi keanekaragaman flora lokal. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Menari, Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW, serta Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) Soegijapranata Catholic University (SCU), yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI tahun 2025.
Terletak di Dusun Tanon, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Desa Wisata Menari telah dikenal luas sejak dirintis pada tahun 2007. Nama “Menari” sendiri merupakan akronim dari Menebar Harmoni, Merajut Inspirasi, Menuai Memori. Desa ini menjadi laboratorium sosial dengan berbagai program konservasi seni, tarian, dan tradisi lokal. Berkat keunikan budaya dan tradisinya, kunjungan wisatawan terus meningkat, bahkan mencapai 1.274 orang pada tahun 2024.

Selain kekayaan budaya, Desa Menari memiliki potensi besar dari keanekaragaman flora lokal yang unik. Namun, informasi mengenai tanaman dan flora lokal bagi wisatawan masih terbatas. Pengetahuan masyarakat desa terkait konservasi flora juga masih minim, meskipun banyak di antara mereka yang sudah memiliki ponsel pintar.
Melihat potensi tersebut, program ini dirancang untuk mengatasi masalah itu. Tujuannya adalah melakukan konservasi keanekaragaman hayati (KEHATI) flora lokal yang berkelanjutan, dengan pendekatan berbasis sistem informasi digital melalui QR Code pada papan edukasi. Dengan adanya sistem ini, masyarakat dan wisatawan dapat dengan mudah mengakses informasi lengkap tentang flora di desa tersebut.

Program ini mengusung konsep Community-based Conservation (CBC), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat lokal. Pendekatan ini dipilih karena masyarakat setempat memiliki pemahaman mendalam tentang lingkungan hidup mereka, yang melahirkan kearifan lokal. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan wawasan, kesejahteraan ekonomi, dan kelestarian tradisi lokal.
Keberhasilan program di Desa Menari bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti QR code, setiap komunitas dapat memetakan, mendokumentasikan, dan mempromosikan kekayaan alamnya sendiri. Langkah kecil ini dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap lingkungan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui pariwisata edukatif.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.