Majalengka, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Masalah sampah yang kian mengkhawatirkan kini menemukan solusi inspiratif di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka. Berkat inovasi dan komitmen Kepala Desa Leuwimunding, Aang Rukman Lesmana, desa ini kini mampu memusnahkan hingga 150 karung sampah setiap hari, dengan limbah abu yang dihasilkan hanya sekitar 1,5 karung saja. Keberanian dan semangat Aang dalam berinovasi telah berhasil mengubah wajah pengelolaan sampah di desanya, menjadikannya teladan bagi desa-desa lain.
Setelah sukses dengan uji coba alat pembakar sampah dari drum bekas, Aang meningkatkan kapasitas pengolahan sampah desanya dengan membangun alat pembakar sampah permanen berukuran 2×1,5×2 meter. Alat yang dibuat dari pasangan bata dengan semen tahan api ini tidak hanya efisien, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah bisa ramah lingkungan dan bermanfaat luas. Saat suhu alat mencapai lebih dari 500 derajat Celsius, proses pembakaran menjadi lebih cepat dan sempurna, mampu menghabiskan 10 karung sampah hanya dalam 15 menit.

Tidak berhenti hanya pada pemusnahan saja, sampah juga diberdayakan secara maksimal. Abu hasil pembakaran diolah menjadi media tanam yang subur, sementara sampah organik diubah menjadi pupuk untuk kebun sayur desa. Lebih lanjut, maggot yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik menjadi pakan alternatif yang bernutrisi bagi ternak ayam dan entok warga.
“Ini bukan sekadar pengelolaan sampah, ini adalah upaya membangun ekosistem desa yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Sertu Ari Kusmiran, Babinsa Desa Leuwimunding, yang sangat mengapresiasi inovasi ini. Ia menilai langkah ini sangat layak ditiru oleh desa-desa lain, mengingat masalah sampah telah menjadi momok yang serius di banyak wilayah pedesaan.

Dukungan penuh juga datang dari Pendamping Lokal Desa Leuwimunding, Dadang Darmawan. Ia aktif mempromosikan metode inovatif ini ke desa-desa lain, bahkan mengundang mereka untuk melakukan studi banding langsung ke Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Desa Leuwimunding. “Kami berharap pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bisa melihat langsung praktik baik ini, agar bisa menjadi contoh skala nasional,” harap Dadang.
Apa yang dilakukan Desa Leuwimunding adalah bukti konkret bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, dari sebuah desa yang berani bergerak dan berpikir maju. Inisiatif Kepala Desa Aang Rukman Lesmana ini menunjukkan bahwa dengan komitmen dan inovasi, masalah sampah dapat diatasi secara efektif, bahkan diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Membaca, Menulis, dan Membumi di Desa
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.