Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 15 Nov 2025 03:10 WIB ·

Ibu-Ibu PKK Kwagean Diajak Praktik Pemilahan Sampah dan Biopori


					Ibu-Ibu PKK Kwagean Diajak Praktik Pemilahan Sampah dan Biopori Perbesar

Mahasiswa UIN Gusdur Dorong Ibu-Ibu PKK Jadi Penggerak Lingkungan di Kwagean

Pekalongan, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi Kelompok 30 UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan mengambil langkah nyata dalam program pengabdian berbasis lingkungan. Mereka menyelenggarakan sosialisasi interaktif tentang pemilahan sampah rumah tangga dan pembuatan biopori bersama Ibu-Ibu PKK RT 4 Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu sore, 8 November 2025.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 peserta ini bertujuan untuk mengubah kebiasaan membuang atau membakar sampah yang tidak ramah lingkungan menjadi praktik pengelolaan yang berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai Ekoteologi. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat, di mana banyak ibu-ibu langsung menyatakan minat untuk membuat lubang biopori di rumah masing-masing.

Sosialisasi Inovatif di Tengah Arisan Bulanan
Berlangsung di rumah Ketua RT 4, sosialisasi ini sengaja diselenggarakan bertepatan dengan agenda arisan rutin bulanan Ibu-Ibu PKK, menjadikan suasana terasa lebih akrab dan santai. Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB, diawali dengan sambutan dari Ketua RT 4 yang menegaskan dukungan penuh terhadap program lingkungan yang dibawa oleh mahasiswa KKN.

Perwakilan mahasiswa Kelompok 30 kemudian memaparkan materi inti. Fokus utama adalah edukasi mengenai cara mudah memilah sampah berdasarkan jenisnya, yaitu antara sampah organik dan anorganik. Mahasiswa menekankan pentingnya kesadaran bahwa pengelolaan sampah yang benar adalah kunci menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan permukiman.

Biopori: Solusi Sederhana Pengurang Sampah Organik
Dalam sesi selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan lubang biopori sebagai inovasi yang sangat sederhana namun efektif. Biopori dijelaskan sebagai solusi ganda: mengatasi sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap air tanah. Penjelasan disampaikan secara interaktif, didukung oleh alat peraga sederhana agar mudah dipahami oleh peserta.

Kehadiran Ibu Masriyah, seorang aktivis pengelolaan sampah Desa Kwagean, semakin memperkaya diskusi. Ia turut memaparkan manfaat praktis biopori bagi lingkungan rumah tangga. Menurutnya, biopori adalah solusi alami yang efisien untuk mengurangi genangan air saat musim hujan dan secara bersamaan menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman di halaman rumah.

Selama sesi berlangsung, suasana penuh canda tawa khas pertemuan warga. Para ibu terlihat sangat aktif, mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik perawatan lubang biopori dan strategi praktis menerapkan pemilahan sampah di dapur mereka.

Salah satu peserta, Ibu Lilik, mengungkapkan apresiasinya. “Kegiatan seperti ini membuat kami makin paham pentingnya mengelola sampah dengan benar. Selama ini banyak yang asal buang atau bakar. Sekarang jadi tahu cara yang lebih baik untuk bumi dan rumah kami,” katanya.

Melalui kegiatan ini, KKN Tematik Ekoteologi Kelompok 30 UIN Gusdur berharap Ibu-Ibu PKK RT 4 dapat menjadi motor penggerak perubahan positif. Diharapkan tumbuh kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian integral dari nilai Ekoteologi, yang diartikan sebagai ibadah yang diwujudkan melalui tindakan nyata mencintai bumi. Acara diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto dokumentasi, menandai komitmen bersama untuk lingkungan yang lebih bersih.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Skandal “Kades Menghilang”: DPMD Halsel Didesak Copot Kepala Desa Loleo Jika Terbukti Telantarkan Warga

24 April 2026 - 19:06 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM