Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 22 Sep 2025 19:48 WIB ·

Hilirisasi Tani dan Dana Perantau Dongkrak Ekonomi Sumbar


					Hilirisasi Tani dan Dana Perantau Dongkrak Ekonomi Sumbar Perbesar

Batam, Kepri [DESA MERDEKA] Strategi “jemput bola” ekonomi yang diterapkan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, berbuah manis. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memberikan apresiasi khusus atas kinerja anggaran Sumbar yang berhasil melampaui rata-rata nasional hingga pertengahan September 2025. Kuncinya terletak pada inovasi sektor hilirisasi pertanian dan optimalisasi dana dari para perantau.

Dalam Rapat Koordinasi se-Sumatera di Batam, Minggu (21/9/2025), Mendagri mencatat realisasi belanja Sumbar mencapai 53% dengan pendapatan menyentuh 66%. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang baru menyentuh 49%. Capaian ini dinilai efektif dalam menjaga daya beli dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat hingga ke tingkat tapak.

Inovasi Hilirisasi dan Energi Hijau
Sumatera Barat kini tidak lagi hanya bergantung pada penjualan bahan mentah. Gubernur Mahyeldi menegaskan fokus pemerintah provinsi saat ini adalah hilirisasi sektor pertanian. Strategi ini bertujuan agar produk-produk unggulan dari desa-desa di Sumbar memiliki nilai jual lebih tinggi sebelum dilempar ke pasar, yang secara otomatis meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain pertanian, pengembangan energi hijau dan penerbitan instrumen keuangan seperti sukuk menjadi motor penggerak baru. Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap stabil tanpa harus membebani rakyat dengan pajak yang memberatkan.

Menggerakkan Ekonomi Lewat Perantau
Salah satu terobosan out of the box yang dilakukan adalah merangkul diaspora Minang melalui program galeh babelok. Dengan mendorong perantau membuka rekening di Bank Nagari, modal dari luar mengalir masuk untuk membiayai pembangunan di kampung halaman.

“Kita tidak menyerah. Segala peluang kita optimalkan agar ekonomi Sumbar tetap tumbuh,” tegas Mahyeldi. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat perantau ini menjadi model sinergi yang membuktikan bahwa kemandirian daerah bisa dicapai dengan kreativitas pengelolaan sumber daya alternatif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

HUT RI ke-81: Kirab Bendi Pemprov vs Upacara Mandiri Nagari Sumbar

14 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Menolak Manis di Bibir: Realitas Pahit Pembangunan Nagari Sumbar

14 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Sisi Lain Insentif Rp3,5 Miliar Sumbar: Piala Milik Provinsi, Keringat Milik Nagari

13 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Siasat Krisis Anggaran Sumbar: Pelatihan UMKM Dilarang di Hotel

13 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Diplomasi Dapur Nagari: Filosofi & Rahasia Padang Bajamba 2026

12 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Mengunyah Angin di GOR Agus Salim: Kritik Narasi Narkoba Evi Yandri

12 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Trending di KABAR PEMDA