Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 19 Mar 2025 16:45 WIB ·

Hidup di Bekas Kandang Puyuh, Ibu Tunggal di Pariaman Dibantu Wagub Sumbar


					Hidup di Bekas Kandang Puyuh, Ibu Tunggal di Pariaman Dibantu Wagub Sumbar Perbesar

Pariaman [DESA MERDEKA] – Kisah pilu Fitri, seorang ibu tunggal yang tinggal di bekas kandang puyuh bersama anaknya (5) di Desa Kampung Gadang, Padusunan, Kota Pariaman, menarik perhatian Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. Kondisi tempat tinggal yang tidak layak huni mendorong Wagub Sumbar memberikan bantuan.

Fitri menghadapi kesulitan hidup setelah berpisah dari suaminya dan diusir dari rumah orang tuanya. Ia dan anaknya terpaksa tinggal di bekas kandang puyuh dengan penerangan minim dan kondisi bangunan memprihatinkan. Kebutuhan sehari-hari mereka dipenuhi dari bantuan tetangga.

“Kondisi tempat tinggal Ibu Fitri sangat memprihatinkan. Sebagai seorang ibu, dia berjuang sendiri membesarkan anaknya dengan keterbatasan. Kami tidak bisa membiarkan mereka terus hidup dalam kondisi seperti ini,” ujar Vasko Ruseimy saat mengunjungi kediaman Fitri, Senin (17/3/2025).

Didampingi istrinya, Dianita Maulin, Wagub Sumbar mengalokasikan dana Rp25 juta untuk renovasi rumah Fitri. Bantuan berupa uang tunai dan bahan bangunan akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar dan Kota Pariaman.

“Kami akan membantu bersama Baznas agar Ibu Fitri dan anaknya bisa tinggal di tempat yang lebih nyaman dan aman,” tegas Vasko.

Proses renovasi akan melibatkan tenaga kerja terorganisir yang dikelola Baznas, memastikan tempat tinggal Fitri menjadi rumah layak huni.

Kunjungan Wagub Sumbar bukan sekadar seremonial. Ia mendengarkan langsung kisah perjuangan Fitri yang ditinggalkan suami dan diusir keluarga.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita bersama sebagai pemimpin untuk memastikan setiap warga mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman,” jelas Vasko.

Bantuan bedah rumah ini diharapkan memberi perubahan nyata bagi Fitri dan anaknya, memberikan harapan baru untuk melanjutkan hidup dalam kondisi lebih baik.

Tindakan Vasko Ruseimy menjadi contoh nyata kepedulian pemerintah terhadap warga kurang beruntung. Ia menegaskan pentingnya empati dan tindakan nyata pemimpin dalam merespons masalah sosial.

Kolaborasi pemerintah daerah dan Baznas menunjukkan pentingnya sinergi untuk mengatasi masalah sosial. Kisah Fitri mengingatkan bahwa setiap individu berhak hidup layak, dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya. (H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pawai 74 Nagari: Saat Budaya Jadi Napas Pembangunan

20 April 2026 - 21:17 WIB

Kebangkitan BKMT Sungai Limau: Dari Masjid Membangun Ekonomi Desa

19 April 2026 - 15:05 WIB

Satu Dekade Bobok Bumbung: Martabat Desa Lewat Bambu

19 April 2026 - 14:18 WIB

Siltap Langsung dari Pusat: PPDI Karangrejo Perkuat Barisan

18 April 2026 - 21:03 WIB

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di SOSBUD