Boyolali, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Jika ada desa yang layak disebut sebagai “laboratorium inovasi” di Indonesia, maka Desa Kertayasa dari Kabupaten Kuningan adalah kandidat kuatnya. Desa ini baru saja mencatatkan sejarah dengan menyabet Juara II Nasional dalam ajang Lomba Desa Inovasi Sampah Nusantara 2025. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan satu malam. Prestasi ini merupakan “gol ketiga” atau hattrick dalam tiga tahun berturut-turut. Sebelumnya, Kertayasa sukses menjadi yang terbaik dalam Transformasi Digital (2023) dan menyabet Paralegal Justice Award (2024). Kini, mereka membuktikan diri sebagai jawara dalam tata kelola lingkungan berkelanjutan.
Sampah: Dari Beban Menjadi Nilai Ekonomi
Sudut pandang menarik dari keberhasilan Desa Kertayasa adalah cara mereka mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah. Alih-alih melihat sampah sebagai residu yang harus dibuang, Kertayasa menjadikannya penggerak ekonomi desa. Juri tingkat nasional mengapresiasi keberanian Kertayasa mengintegrasikan aspek lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.
Kuwu Kertayasa, Arief Amarudin, menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari sebuah perencanaan jangka panjang, bukan sekadar program untuk mengikuti lomba. “Prestasi ini mengukuhkan konsistensi kami dalam membangun desa berbasis lingkungan yang mandiri,” ungkapnya dengan penuh kebanggaan.
Inovasi yang Menginspirasi Nusantara
Keberhasilan Kertayasa didorong oleh tiga pilar utama: penguatan bank sampah yang masif, pengolahan sampah organik yang efektif, dan edukasi lingkungan yang merasuk hingga ke tingkat rumah tangga. Inovasi ini tidak sendirian membawa nama Kuningan ke kancah nasional; Desa Jagara pun turut mendapatkan penghargaan sebagai wisata desa terbaik nasional pada momen yang sama.
Kehadiran Menteri Desa, Yandri Susanto, dan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mempertegas posisi strategis desa-desa ini sebagai motor perubahan. Kertayasa telah membuktikan bahwa tantangan global seperti sampah bisa diselesaikan dengan kearifan lokal yang dikelola secara profesional. Capaian ini menjadi tantangan baru bagi desa-desa lain di Indonesia: jika Kertayasa bisa melakukan transformasi total, mengapa desa lain tidak?
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.