Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 16 Jan 2026 13:41 WIB ·

Hattrick Prestasi: Desa Kertayasa Juara Inovasi Sampah Nasional


					Desa Kertayasa dan Desa Jagara mendapat penghargaan tingkat nasional. (Foto: dok Pemda) Perbesar

Desa Kertayasa dan Desa Jagara mendapat penghargaan tingkat nasional. (Foto: dok Pemda)

Boyolali, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Jika ada desa yang layak disebut sebagai “laboratorium inovasi” di Indonesia, maka Desa Kertayasa dari Kabupaten Kuningan adalah kandidat kuatnya. Desa ini baru saja mencatatkan sejarah dengan menyabet Juara II Nasional dalam ajang Lomba Desa Inovasi Sampah Nusantara 2025. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).

Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan satu malam. Prestasi ini merupakan “gol ketiga” atau hattrick dalam tiga tahun berturut-turut. Sebelumnya, Kertayasa sukses menjadi yang terbaik dalam Transformasi Digital (2023) dan menyabet Paralegal Justice Award (2024). Kini, mereka membuktikan diri sebagai jawara dalam tata kelola lingkungan berkelanjutan.

Sampah: Dari Beban Menjadi Nilai Ekonomi
Sudut pandang menarik dari keberhasilan Desa Kertayasa adalah cara mereka mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah. Alih-alih melihat sampah sebagai residu yang harus dibuang, Kertayasa menjadikannya penggerak ekonomi desa. Juri tingkat nasional mengapresiasi keberanian Kertayasa mengintegrasikan aspek lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.

Kuwu Kertayasa, Arief Amarudin, menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari sebuah perencanaan jangka panjang, bukan sekadar program untuk mengikuti lomba. “Prestasi ini mengukuhkan konsistensi kami dalam membangun desa berbasis lingkungan yang mandiri,” ungkapnya dengan penuh kebanggaan.

Inovasi yang Menginspirasi Nusantara
Keberhasilan Kertayasa didorong oleh tiga pilar utama: penguatan bank sampah yang masif, pengolahan sampah organik yang efektif, dan edukasi lingkungan yang merasuk hingga ke tingkat rumah tangga. Inovasi ini tidak sendirian membawa nama Kuningan ke kancah nasional; Desa Jagara pun turut mendapatkan penghargaan sebagai wisata desa terbaik nasional pada momen yang sama.

Kehadiran Menteri Desa, Yandri Susanto, dan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mempertegas posisi strategis desa-desa ini sebagai motor perubahan. Kertayasa telah membuktikan bahwa tantangan global seperti sampah bisa diselesaikan dengan kearifan lokal yang dikelola secara profesional. Capaian ini menjadi tantangan baru bagi desa-desa lain di Indonesia: jika Kertayasa bisa melakukan transformasi total, mengapa desa lain tidak?

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara Desa Banjararum Turunkan Stunting Lewat Aplikasi e-HDW

25 Juli 2026 - 11:17 WIB

Rembuk Stunting Desa Banjararum Kecamatan Singosari membahas percepatan Zero Stunting dan penyusunan RKP Desa 2027 melalui pemanfaatan e-HDW.

Rebutan Kursi BPD Sidodadi Banyuwangi: Dusun Krajan Memanas!

24 Juli 2026 - 18:47 WIB

TMMD Hadirkan NIB Gratis, UMKM Kesongo Naik Kelas

24 Juli 2026 - 14:12 WIB

Kuota Perempuan Terjaga, Wajah Inklusif BPD Desa Purorejo

24 Juli 2026 - 13:34 WIB

Sawah, Sejarah, dan Siasat Watugede Mandiri Tanpa Subsidi

23 Juli 2026 - 08:14 WIB

Rahasia Sukses Desa Banjararum: Administrasi Tertib, Ekonomi Melejit

22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Trending di DESA