Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ada cara berbeda yang dilakukan masyarakat Sumatera Barat untuk merawat ingatan terhadap jasa pahlawan. Menjelang HUT ke-79 Republik Indonesia, suasana perkantoran di Padang berubah menjadi panggung pementasan. Melalui kompetisi solo song lagu perjuangan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sukses mengubah narasi perayaan kemerdekaan yang kaku menjadi simfoni patriotisme yang menyentuh hati.
Berlangsung marathon selama tiga hari sejak 12 hingga 14 Agustus 2024, lomba ini melampaui sekadar ajang unjuk suara. Para peserta yang berasal dari berbagai instansi—mulai dari OPD, Forkopimda, hingga BUMN—membuktikan bahwa semangat nasionalisme bisa diekspresikan dengan cara yang lebih personal dan artistik.
Inovasi Suara: Ruang untuk Individu Bersinar
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Maifrizon, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya sengaja mengusung konsep baru. Jika sebelumnya didominasi oleh kelompok paduan suara, kini panggung diberikan sepenuhnya kepada penyanyi tunggal.
“Kami ingin keluar dari pola monoton. Format solo song memberikan ruang bagi setiap individu untuk benar-benar bersinar dan mengekspresikan cinta tanah air dengan gaya mereka masing-masing,” tutur Maifrizon.
Keputusan ini terbukti jitu. Antusiasme peserta meledak karena setiap perwakilan instansi merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membawa “napas” perjuangan ke atas panggung. Tidak hanya mengejar trofi dan uang tunai, para peserta memburu piagam penghargaan sebagai simbol kontribusi nyata dalam menjaga tradisi nasionalisme di ranah Minang.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Di balik kompetisi yang ketat, terselip misi besar untuk mempererat persaudaraan antarinstansi. Di koridor-koridor acara, tampak kebersamaan yang cair antara pejabat dan staf, semuanya bersatu dalam lirik-lirik lagu wajib nasional yang menggetarkan.
Lomba ini menjadi pengingat bahwa nasionalisme di Sumatera Barat tetap berkobar, tidak padam oleh zaman. Lewat nada dan irama, pesan perjuangan diharapkan meresap ke sanubari generasi muda, memastikan bahwa semangat “Sumbar Bersatu, Sumbar Hebat” bukan sekadar slogan, melainkan harmoni yang nyata.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.