Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKBIS · 3 Mar 2025 08:48 WIB ·

Gula Semut PKK Bogor Raup Untung Puluhan Juta Rupiah


					Gula Semut PKK Bogor Raup Untung Puluhan Juta Rupiah Perbesar

Omzet Gula Semut Desa Puraseda Melejit di Ramadan, Beri Dampak Ekonomi Signifikan

Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berhasil mencatatkan peningkatan omzet penjualan yang signifikan dari produk olahan gula semut (gula kiss) selama bulan Ramadan tahun ini. Keunggulan produk olahan gula aren yang lebih praktis dan tahan lama ini mampu mendongkrak omzet hingga mencapai puluhan juta rupiah, menunjukkan keberhasilan nyata program pemberdayaan ekonomi di tingkat desa.

Ketua PKK Desa Puraseda, Eneng Siti Fatimah, mengungkapkan rasa syukur atas lonjakan permintaan tersebut. “Alhamdulillah, pada bulan suci Ramadan ini, omzet kami mengalami peningkatan yang pesat. Pesanan terus berdatangan dari berbagai wilayah,” ujarnya pada Minggu (2/3/2025).

Usaha pembuatan gula semut yang telah dirintis sejak tiga tahun lalu ini kini mulai memetik hasil memuaskan, khususnya saat memasuki periode permintaan tinggi seperti Ramadan. Produk gula aren yang diproses menjadi butiran halus ini menjadi pilihan favorit karena kepraktisannya.

Proses Pengolahan dan Keunggulan Produk
Gula semut diproduksi melalui proses yang memerlukan waktu cukup panjang, melibatkan tahapan penghalusan dan pengovenan. Proses ini dirancang untuk menghasilkan gula aren yang memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan bentuk konvensional.

“Gula semut ini lebih praktis, lebih tahan lama, dan lebih mudah dinikmati. Keunggulan ini yang membuat produk kami banyak diminati, terutama untuk kebutuhan saat sahur dan berbuka,” jelas Eneng Siti Fatimah, menekankan faktor kepraktisan yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen.

Kendala Bahan Baku dan Harapan Ekspansi
Meskipun permintaan melonjak, pemasaran gula semut produksi PKK Desa Puraseda saat ini masih terbatas di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan bahan baku gula aren.

“Saat ini, kami hanya mampu memasok ke wilayah Bogor dan sekitarnya karena bahan baku gula aren cukup sulit didapatkan,” ungkap Eneng, menyoroti tantangan dalam skala produksi.

Meskipun demikian, keberhasilan usaha ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian warga Desa Puraseda, terutama bagi anggota PKK yang aktif dalam proses produksi. Usaha ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjadi contoh konkret pemberdayaan perempuan di tingkat desa melalui kegiatan ekonomi produktif.

PKK Desa Puraseda berharap, ke depannya, usaha ini dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Mereka juga berupaya aktif mencari solusi terkait ketersediaan bahan baku agar kapasitas produksi dapat ditingkatkan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen
Trending di EKBIS