Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 23 Jan 2026 19:35 WIB ·

Gubernur Sumbar : Ubah Tugas Kedinasan Jadi Ladang Ibadah dan Keberkahan


					Gubernur Sumbar : Ubah Tugas Kedinasan Jadi Ladang Ibadah dan Keberkahan Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ada cara pandang baru bagi para aparatur sipil negara (ASN) di Sumatera Barat dalam melihat rutinitas pekerjaan mereka. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa melayani masyarakat bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen ibadah yang bernilai pahala jika dilaksanakan dengan niat ikhlas karena Allah SWT.

Pesan ini disampaikan Mahyeldi dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Jumat (23/1/2026). Di hadapan ribuan ASN Pemprov Sumbar, Gubernur menekankan bahwa momentum Isra Mikraj harus menjadi titik balik perbaikan kualitas hidup, dimulai dari penyempurnaan salat.

“Marilah kita jadikan seluruh perbuatan kita bernilai ibadah. Hari-hari kita dan pekerjaan kita semuanya bisa bernilai ibadah, baik ibadah secara khusus maupun ibadah secara umum,” ujar Mahyeldi.

Integrasi Spiritual dalam Birokrasi
Sudut pandang out of the box yang ditawarkan adalah integrasi antara tugas kedinasan dengan spiritualitas. Mahyeldi menjelaskan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah. Maka, setiap detik waktu yang dihabiskan untuk bekerja melayani publik di kantor pemerintahan seharusnya diniatkan sebagai pengabdian kepada Sang Pencipta.

Peringatan ini menghadirkan Ustaz Hamidin Dt. Rangkayo Endah sebagai penceramah dengan tema “Perbaiki Salatmu, Indah dan Berkah Hidupmu.” Tema ini selaras dengan instruksi Gubernur agar aparatur negara menjauhi hal-hal yang kurang bermanfaat dan mengisi waktu dengan amalan yang produktif.

Salat sebagai Kendali Moral
Gubernur meyakini bahwa salat yang berkualitas adalah kunci integritas birokrasi. Sesuai ajaran Islam, salat berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dengan memperbaiki kualitas salat, Mahyeldi optimistis perilaku menyimpang atau kurang baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan dapat dikurangi secara signifikan.

“Jika pekerjaan diniatkan karena Allah SWT, maka itu akan bernilai ibadah. Inilah yang akan membawa keberkahan dalam tugas-tugas kita sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah, jajaran asisten, kepala OPD, serta seluruh keluarga besar ASN dan non-ASN di lingkungan Pemprov Sumbar. Melalui kegiatan ini, Pemprov Sumbar berupaya menyelaraskan visi pembangunan fisik dengan penguatan mental spiritual aparaturnya menuju Sumbar yang lebih berkah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Trending di PEMDA