Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 21 Des 2025 17:10 WIB ·

Gubernur Sumbar Terima Bantuan Mesin Penjernih Air dari UNDIP


					Gubernur Sumbar Terima Bantuan Mesin Penjernih Air dari UNDIP Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menerima bantuan satu unit mesin penjernih air bersih dari Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai bentuk respons terhadap krisis air bersih pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar. Bantuan tersebut diserahkan oleh Redy Firkarlo, alumni UNDIP asal Padang, dan diterima langsung oleh Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernur, Minggu (21/12/2025).

“Bantuan ini sangat berarti bagi daerah yang terdampak bencana, khususnya wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, keberadaan mesin penjernih air ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan dampak bencana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

“Inovasi teknologi ini mampu mengolah air keruh menjadi air bersih untuk kebutuhan sanitasi ribuan pengungsi. Ini sangat membantu dalam situasi darurat,” tambahnya.

Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Diponegoro beserta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di Sumbar.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan ini. Semoga menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ucapnya.

Sementara itu, Redy Firkarlo menjelaskan bahwa mesin penjernih air (water purifier) tersebut merupakan teknologi berkapasitas tinggi yang dirancang untuk digunakan di daerah terdampak bencana dan wilayah terpencil.

“Mesin ini mampu mengolah air keruh menjadi air bersih untuk kebutuhan sanitasi, bahkan dapat diproses lebih lanjut menjadi air layak minum, dengan kapasitas produksi sekitar 2.000 hingga 5.000 liter per jam atau mencapai 120.000 liter per hari,” jelas Redy.

Ia menambahkan, mesin penjernih air senilai Rp100 juta tersebut diproyeksikan mampu melayani kebutuhan air bersih hingga 5.000 orang per hari, khususnya bagi para pengungsi dan korban banjir bandang di wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih.

Selain Sumatera Barat, Redy juga menyampaikan bahwa dua unit mesin penjernih air serupa direncanakan akan disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD