Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 14 Okt 2025 21:29 WIB ·

Gubernur Sumbar Minta Pengawasan Ketat Penginapan Wisata Pasca Insiden di Alahan Panjang


					Gubernur Sumbar Minta Pengawasan Ketat Penginapan Wisata Pasca Insiden di Alahan Panjang Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden keracunan gas monoksida yang menimpa pasangan suami istri di sebuah penginapan di kawasan wisata Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Kamis (9/10) lalu. Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya dirawat intensif.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (13/10/2025).

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa kejadian ini harus dijadikan peringatan serius bagi seluruh kepala daerah di Sumbar. Ia secara khusus meminta Bupati dan Wali Kota untuk segera memperketat pengawasan terhadap seluruh usaha jasa penginapan komersial, mulai dari hotel, wisma, homestay, hingga tenda glamping.

“Ini penting menjadi perhatian Bupati dan Wali Kota. Setiap usaha penginapan harus benar-benar memenuhi standar keamanan dan perizinan sesuai ketentuan. Keselamatan pengunjung adalah hal utama,” tegas Mahyeldi, menekankan bahwa tragedi ini harus menjadi bahan evaluasi mendalam untuk memperkuat aspek keamanan wisatawan.

Mahyeldi menyebutkan bahwa dirinya baru memperoleh informasi awal mengenai insiden tersebut dari pemberitaan media, di mana dugaan sementara penyebabnya adalah paparan gas dari pemanas air. Namun, ia menekankan perlunya laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Solok. “Kita menunggu laporan lengkap dari Bupati agar bisa dikaji secara menyeluruh dan dicarikan langkah pencegahannya ke depan,” jelasnya. Laporan resmi tersebut akan digunakan Pemprov untuk menyusun kebijakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata agar lebih aman dan berkelanjutan. Gubernur menilai, keselamatan wisatawan merupakan bagian integral dari citra dan kenyamanan destinasi wisata Sumbar.

“Sumbar dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Karena itu, seluruh pelaku usaha pariwisata, termasuk penginapan, wajib menjadikan keamanan dan keselamatan tamu sebagai prioritas. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkas Mahyeldi.

Diketahui, korban meninggal dunia dalam kejadian di Alahan Panjang tersebut adalah Cindy Desta Nanda (28), sementara suaminya, Gilang Kurniawan (28), masih menjalani perawatan medis intensif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Uji Petik Akuntabilitas BPKP : Tiga Desa Raih Hasil Memuaskan

15 Juni 2026 - 15:08 WIB

Strategi Meja Makan, Bupati Sidrap Ubah Lahan Tidur Jadi Lumbung

15 Juni 2026 - 01:13 WIB

BLT Desa Sungai Intan: Menjangkau Warga Hingga ke Pelosok

14 Juni 2026 - 22:53 WIB

Petani Pasaman Kini Berdaya Berkat Perda Komoditas Unggulan

13 Juni 2026 - 22:39 WIB

Transparansi Informasi Publik Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan Desa

13 Juni 2026 - 15:22 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

13 Juni 2026 - 06:06 WIB

Trending di RAGAM