Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 18 Mar 2026 04:49 WIB ·

Gubernur Sumbar Ketuk Pintu Sahur, Rumah Lapuk Dibedah


					Gubernur Sumbar Ketuk Pintu Sahur, Rumah Lapuk Dibedah Perbesar

Padang Panjang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Suasana sunyi di Jalan Pelita Dalam, Kelurahan Koto Panjang, pecah seketika pada Rabu dini hari (18/3/2026). Tepat pukul 04.00 WIB, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, muncul di depan pintu rumah kayu milik Wirdawati (57) untuk menumpang sahur. Bukan sekadar makan bersama, kedatangan mendadak ini membawa “kado langit” berupa bantuan bedah rumah senilai Rp27,5 juta.

Wirdawati, seorang janda dengan empat anak yang bekerja sebagai buruh kasar dan guru mengaji, tak kuasa membendung air mata. Rumah yang ia tempati selama ini kondisinya memprihatinkan; berdinding triplek lapuk, atap bocor, dan pernah terdampak longsor. Di meja sahur yang sederhana itu, duka lara Wirdawati berubah menjadi rasa syukur yang mendalam.

Bantuan Tunai dan Perbaikan Total
Melihat kondisi hunian yang tidak layak, Gubernur Mahyeldi langsung menyerahkan bantuan dana dari Baznas Provinsi Sumbar sebesar Rp25 juta dan tambahan Rp2,5 juta dari Bank Nagari. Selain uang tunai untuk renovasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), keluarga Wirdawati juga menerima paket Ramadan serta Al-Qur’an.

“Kami menilai rumah ini sangat layak dibantu agar Ibu Wirdawati dan anak-anak memiliki tempat tinggal yang lebih manusiawi,” ujar Mahyeldi di sela-sela santap sahur. Langkah ini merupakan bagian dari agenda Safari Ramadan Pemprov Sumbar yang fokus menyasar warga kurang mampu secara langsung ke titik-titik tersembunyi di pemukiman padat.

Sudut Pandang: Diplomasi Meja Sahur
Aksi Gubernur Mahyeldi ini menunjukkan sisi lain dari birokrasi yang biasanya kaku. Mengetuk pintu rakyat di jam sahur adalah bentuk “diplomasi empati” yang efektif untuk melihat realitas kemiskinan tanpa sekat protokoler. Bagi Wirdawati yang berpenghasilan tidak menentu, kehadiran orang nomor satu di Sumbar ini adalah jawaban atas doa-doa di bulan suci.

Kunjungan ini juga didampingi oleh Asisten Perekonomian serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka meninjau langsung kerusakan bangunan untuk memastikan proses bedah rumah dapat segera dieksekusi agar keluarga Wirdawati bisa merayakan Idulfitri di hunian yang lebih kokoh dan nyaman.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Simalakama di Kaki Bromo: Saat Penegak Adat Dibui Hukum Negara

8 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Ironi Desa Budaya Bantul Antara Pelestarian Dan Birokrasi

7 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Sengketa Lahan Lempuing Jaya dan Sengkarut Arsip Desa

31 Juli 2026 - 20:33 WIB

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Trending di SOSBUD