Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 18 Jan 2026 08:18 WIB ·

Gotong Royong Malalo: Kekuatan Wakaf Pulihkan Air Bersih Pasca-Bencana


					Gotong Royong Malalo: Kekuatan Wakaf Pulihkan Air Bersih Pasca-Bencana Perbesar

Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di tengah sisa puing banjir bandang yang melanda Nagari Guguak Malalo pada November 2025 lalu, sebuah pemandangan hangat terlihat di Jorong Muaro Ambius, Sabtu (17/1/2026). Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung membaur bersama warga dan relawan dalam pemasangan pipanisasi air bersih. Kegiatan ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan manifestasi nyata dari ketangguhan sosial masyarakat Minangkabau dalam menghadapi cobaan.

Kehadiran Gubernur Mahyeldi di Batipuah Selatan menjadi penguat moril bagi warga yang sempat kehilangan akses kebutuhan dasar. Proyek pipanisasi ini difasilitasi oleh Badan Pengelola Wakaf Rangkiang Peduli Negeri (RPN) melalui skema wakaf produktif, sebuah praktik kedermawanan Islam yang telah lama mengakar dalam budaya lokal untuk kemaslahatan bersama.

“Pemulihan pasca-bencana di Sumatera Barat bisa berjalan lebih cepat karena adanya kebersamaan. Bantuan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari lembaga dan kepedulian sesama. Inilah kekuatan gotong royong yang menjadi modal sosial kita,” ujar Mahyeldi di sela-sela kegiatannya.

Wakaf sebagai Jembatan Kemanusiaan
Ketua RPN Sumbar, Zeng Welf, mengungkapkan bahwa semangat kepedulian terhadap Malalo melintasi batas wilayah. Total donasi yang dihimpun mencapai Rp1,5 miliar, yang merupakan hasil kolaborasi dengan 50 NGO dari luar Sumatera Barat. Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui sinergi antara Lazisku, Lazismu, dan RPN.

Uniknya, pengerjaan pipanisasi tidak menggunakan jasa kontraktor sepenuhnya, melainkan melibatkan relawan dan masyarakat setempat. Dalam budaya Minang, tradisi “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” ini terbukti efektif mempercepat rehabilitasi fasilitas publik yang rusak tanpa harus menunggu birokrasi yang panjang.

Spirit Bangkit dari Akar Rumput
Bagi warga terdampak, kehadiran pemimpin dan bantuan air bersih adalah oksigen baru bagi kehidupan mereka. Jon Simamora (53), salah satu tokoh masyarakat, mengaku terharu melihat bantuan yang datang dalam bentuk wakaf. Menurutnya, air bersih adalah urat nadi kehidupan yang paling dinantikan sejak bencana melanda.

“Kehadiran Buya Mahyeldi dan bantuan dari para wakif memacu semangat kami untuk bangkit. Kami tidak merasa sendirian menghadapi masa sulit ini,” tuturnya dengan nada syukur.

Kegiatan ini turut didampingi oleh sejumlah pejabat daerah dan mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP). Keterlibatan akademisi dan generasi muda dalam kerja bakti ini memperlihatkan bahwa transfer nilai budaya gotong royong masih berjalan baik di tengah tantangan zaman modern. Pemulihan Malalo kini menjadi bukti bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah, pengelolaan wakaf yang profesional, dan ketulusan masyarakat adalah kunci utama ketahanan bencana.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA