Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 10 Des 2024 14:39 WIB ·

Geliat Pembangunan Desa di Sultra: 52 Desa Berhasil Mandiri


					Geliat Pembangunan Desa di Sultra: 52 Desa Berhasil Mandiri Perbesar

Kendari [DESA MERDEKA] – Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam pembangunan desa. Berkat berbagai program dan kebijakan yang tepat sasaran, sebanyak 52 desa di Sultra kini telah berstatus mandiri. Angka ini merupakan lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan Dr. Ir. I Gede Panca, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sultra. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program pembangunan desa difokuskan pada peningkatan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan lembaga kemasyarakatan.

“Desa-desa yang mandiri ini tidak hanya mampu mengelola potensi lokal, tetapi juga memberikan pelayanan dasar yang lebih baik bagi warganya,” ujar Dr. I Gede Panca.

Dr. Ir. I Gede Panca, M.Pd. Kepala Dinas PMD Sultra
Apa Saja yang Membuat Desa di Sultra Mandiri?
  • Program P3PD: Program Peningkatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa menjadi kunci utama dalam meningkatkan kapasitas aparat desa. Melalui pelatihan yang intensif, aparat desa menjadi lebih kompeten dalam merencanakan dan mengelola pembangunan desa.
  • Fokus pada Layanan Dasar: Desa-desa mandiri di Sultra telah berhasil memenuhi layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Hal ini membuat masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh untuk mengakses layanan tersebut.
  • Pemanfaatan Data: Pemerintah Provinsi Sultra telah mengeluarkan Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Data Desa dan Kelurahan Presisi. Data yang akurat ini sangat penting dalam perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
  • Keterlibatan Masyarakat: Masyarakat desa juga berperan aktif dalam pembangunan desa. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program.
Dampak Positif bagi Masyarakat

Dengan semakin banyaknya desa mandiri, diharapkan kualitas hidup masyarakat di Sultra akan semakin meningkat. Beberapa dampak positif yang sudah dirasakan antara lain:

  • Peningkatan ekonomi masyarakat: Masyarakat memiliki lebih banyak peluang untuk meningkatkan pendapatan mereka.
  • Peningkatan kualitas hidup: Masyarakat dapat mengakses layanan dasar dengan lebih mudah.
  • Penguatan masyarakat: Masyarakat menjadi lebih mandiri dan mampu mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.

Meskipun telah mencapai prestasi yang signifikan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Pemerintah Provinsi Sultra terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan desa, dengan target pada tahun 2029, setidaknya 70% desa di Sultra akan berstatus mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aksi Heroik Polisi Palmatak Terjang Air Evakuasi Rumah Roboh

25 Januari 2026 - 02:28 WIB

Sanksi Berat Menanti Desa Kaimana yang Sembunyikan Anggaran

25 Januari 2026 - 01:02 WIB

Siltap Naik Drastis, PPDI Ngunut Kini Fokus Digitalisasi Desa

24 Januari 2026 - 22:45 WIB

PPDI Tulungagung Sabet Penghargaan Sinergitas Terbaik di Jawa Timur

24 Januari 2026 - 15:28 WIB

Syaifudin Nakhodai PPDI Pakel: Babak Baru Profesionalisme Desa

23 Januari 2026 - 17:26 WIB

Bukan Hanya Bupati Bisa Wujudkan Jalan Mulus, Lurah Pojok Juga Bisa

23 Januari 2026 - 10:02 WIB

Trending di DESA