Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Krisis air bersih di Desa Kaseh Sayang pascabencana akhirnya menemukan solusi konkret. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) secara resmi memasang sistem filter air bersih di balai pengajian setempat, Selasa (24/2/2026), guna menjamin kesehatan sekitar 80 santri yang rutin menimba ilmu di sana.
Langkah ini diambil setelah survei tim menunjukkan kondisi air yang tidak layak pakai akibat dampak bencana yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Kehadiran teknologi filter ini memastikan aktivitas ibadah dan belajar anak-anak tidak lagi terhambat oleh air yang keruh dan berisiko bagi kesehatan.
Ketua Tim PKM Unsam, Ade Zulkarnain Hasibuan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pihaknya tidak hanya memberikan alat, tetapi juga turun langsung memasangnya bersama perangkat desa agar manfaatnya bisa segera dirasakan secara berkelanjutan.
Solusi Jangka Panjang Pascabencana
Datok Desa Kaseh Sayang, Bustamam, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, air bersih di balai pengajian adalah kebutuhan mendesak yang selama ini menjadi kendala warga. “Kami sangat berterima kasih. Bantuan filter air ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak kami yang belajar mengaji,” tuturnya.
Aksi tanggap darurat Unsam ini menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif dengan menyasar titik-titik vital pemulihan pascabencana. Selain pemulihan fisik, ketersediaan air bersih di sarana pendidikan keagamaan diharapkan mampu mempercepat normalisasi aktivitas sosial dan mental masyarakat di Manyak Payet.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.