Inovasi Teknologi UB Dorong Kalipucang Pasuruan Jadi Sentra Produk Susu-Kopi Berdaya Saing
Pasuruan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) meluncurkan Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, untuk secara signifikan meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, dan daya saing produk olahan lokal berbasis susu dan kopi. Desa yang terletak di lereng Bromo dan dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah dan perkebunan kopi ini selama ini terkendala teknologi pengolahan yang masih sederhana, sehingga hasil panen dan produksi belum terserap optimal.
Melalui program ini, tim Fapet UB yang dipimpin oleh Dr. Ria Andriani, S.Pt, MP, M.Sc, menyasar dua kelompok utama: Kelompok Ternak Arabusta I dan Kelompok Tani Arabusta IV. Kegiatan ini memadukan edukasi, fasilitasi peralatan modern, inovasi produk, serta pendampingan usaha secara menyeluruh.
Akselerasi Produksi Stik Susu dan Inovasi Stik Kelor
Kelompok Ternak Arabusta I, yang memelihara lebih dari 100 ekor sapi dengan produksi sekitar 1.768 liter susu segar per hari, adalah penghasil berbagai olahan seperti stik susu, yoghurt, dodol susu, dan masker kefir. Namun, proses produksi yang selama ini dilakukan secara manual menyebabkan kualitas produk tidak konsisten, kapasitas terbatas, dan sulit memenuhi permintaan pasar.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim Fapet UB memperkenalkan rangkaian teknologi tepat guna:
- Planetary Mixer: Untuk mencampur adonan secara homogen.
- Mesin Pencetak Stik Otomatis: Meningkatkan kecepatan dan bentuk yang seragam.
- Deep Fryer dengan Kontrol Suhu: Memastikan penggorengan lebih presisi dan merata.
- Continuous Band Sealer: Untuk pengemasan yang higienis dan profesional.
“Proses produksi yang sebelumnya manual kini beralih ke semi-otomatis, ini kunci untuk konsistensi kualitas dan peningkatan kapasitas,” kata Ria Andriani pada Jumat (21/11/2025).
Selain itu, tim juga memperkenalkan inovasi produk stik susu kelor, yaitu stik susu yang difortifikasi bubuk kelor. Penambahan bahan fungsional ini meningkatkan nilai gizi dengan kandungan protein, mineral, dan antioksidan, sekaligus membantu memperpanjang umur simpan produk olahan susu tersebut.
Teknologi Pascapanen Kopi dan Pengenalan Senso Flavo CAL
Sementara itu, untuk Kelompok Tani Arabusta IV, yang mengelola lahan kopi seluas 24.150 hektare dengan produktivitas cukup tinggi, fokus pendampingan adalah teknologi pascapanen. Fasilitas mesin yang diberikan meliputi:
- Roaster dengan kontrol suhu dan waktu yang presisi.
- Grinder dengan pengaturan tingkat kehalusan.
- Rok Presso untuk memproduksi espresso secara manual.
- Sealer Otomatis untuk kemasan kedap udara dengan tampilan profesional.
Inovasi paling menarik adalah pengenalan alat Senso Flavo CAL, sebuah alat yang mampu mendeteksi 18 aroma penciri kopi. Alat ini membantu petani mengenali karakter rasa kopi mereka, sehingga mereka bisa merancang profil roasting yang khas dan meningkatkan daya tarik produk sebagai kopi single origin Kalipucang yang memiliki keunikan rasa.
Target Peningkatan Omzet dan Branding Digital
Program PTTI ini tidak hanya berfokus pada teknologi produksi, tetapi juga penguatan manajerial dan pemasaran. Pelaku UMKM desa dilatih pencatatan keuangan yang rapi, perhitungan biaya produksi akurat, strategi branding, hingga pemasaran online melalui marketplace dan media sosial.
Dampak yang ditargetkan Fapet UB melalui program ini adalah peningkatan kapasitas produksi stik susu hingga 50 persen dan peningkatan omzet UMKM minimal 20 persen dalam enam bulan ke depan. Selain itu, diharapkan terjalin kerja sama pemasaran dengan koperasi, kedai, dan outlet oleh-oleh di kawasan wisata Bromo.
“PTTI ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis inovasi yang dapat direplikasi. Desa Kalipucang kini selangkah lebih maju menuju desa olahan susu dan kopi yang modern, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Ria.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.