Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 28 Apr 2026 14:24 WIB ·

Emas Hijau Nagari Lawang: Bambu Jadi Penyelamat Ekonomi Desa


					Emas Hijau Nagari Lawang: Bambu Jadi Penyelamat Ekonomi Desa Perbesar

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Selama ini bambu hanya dianggap sebagai pagar atau bahan bangunan murah, namun di Nagari Lawang, tumbuhan ini dipaksa naik kelas menjadi sumber uang. Sebanyak 16 warga setempat kini sedang ditempa selama 20 hari untuk mengubah bambu menjadi suvenir bernilai tinggi. Langkah provokatif ini diambil untuk membuktikan bahwa kemandirian ekonomi desa tidak harus menunggu kucuran dana pusat, melainkan dari kreativitas mengolah tanaman di halaman rumah.

Program yang digagas Rafdinal, Anggota Komisi III DPRD Sumbar, ini menyasar penguatan keterampilan teknis agar masyarakat tidak lagi hanya menjadi penonton di atas kekayaan alamnya sendiri. Didampingi instruktur ahli dan Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh, warga dilatih menciptakan produk kerajinan kreatif yang punya daya saing di pasar luas.

Berhenti Menjual Bambu Mentah
Sudah saatnya desa berhenti hanya menjadi penyedia bahan baku bagi industri kota. Potensi besar bambu di Kecamatan Matur harus diolah menjadi barang jadi seperti cendera mata dan peralatan rumah tangga estetik. “Bambu itu peluang, bukan sekadar bahan bangunan. Pelatihan ini adalah pintu masuk lahirnya usaha baru di tengah masyarakat,” tegas Rafdinal saat pembukaan kegiatan, Senin (27/4).

Pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah di Nagari Lawang tanpa sentuhan inovasi hanya akan menyia-nyiakan waktu. Dengan durasi pelatihan yang cukup panjang, peserta diharapkan mampu menghasilkan standar kualitas produk yang mumpuni untuk menembus pasar pariwisata Sumatera Barat.

Membangun Kemandirian dari Akar Lokal
Sinergi antara tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, dan lembaga pelatihan kerja menunjukkan bahwa pembangunan desa yang paling logis adalah dengan “meng-upgrade” manusianya. Jika 16 peserta ini mampu membuka lapangan usaha baru, pendapatan keluarga di Nagari Lawang otomatis terkerek naik.

Bambu kini bukan lagi tanaman pelengkap, melainkan harapan baru untuk menciptakan lapangan kerja tanpa harus merantau. Fokus pada keterampilan pengolahan bambu ini menjadi bukti bahwa inovasi kecil dari desa bisa berdampak besar bagi kedaulatan ekonomi daerah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merah Putih di Gerbang Penyangga: Menjahit Swadaya Lewat Desa HELAU

11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Tinggalkan Asumsi, RKP Banjararum 2027 Kini Berbasis Data!

9 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Musdes Penetapan ID Banjararum2.

Ini, Cara Desa Langlang Pangkas Birokrasi Posyandu Lewat Genggaman

7 Agustus 2026 - 20:10 WIB

sigap melati

Ironi Dana Desa Imbanagara Raya Disunat Pusat 2026

7 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Lewat Voli, Warga Fafoe Rawat Kebersamaan Jelang Kemerdekaan

6 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Trending di KABAR DESA