Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 26 Feb 2026 11:10 WIB ·

Ekonomi Syariah: Mesin Baru Pertumbuhan Nasional Pengganti Sistem Konvensional


					Ekonomi Syariah: Mesin Baru Pertumbuhan Nasional Pengganti Sistem Konvensional Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Indonesia sedang bersiap menggeser paradigma ekonominya. Dalam gelaran Sarasehan 99 Ekonom Syariah di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/2/2026), ditegaskan bahwa ekonomi syariah kini diposisikan sebagai pilar baru perekonomian nasional, bukan lagi sekadar alternatif. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan ketimpangan global dan krisis moral ekonomi modern.

Ketua Penasihat CSED INDEF, Ma’ruf Amin, menekankan bahwa ruh dari sistem ini adalah keadilan distribusi kekayaan, bukan sekadar pertumbuhan profit. “Dunia butuh ekonomi berkualitas agar tidak terjadi ketimpangan. Ekonomi syariah hadir untuk memastikan akses yang merata dan menjaga hak milik melalui prinsip maqashid syariah,” jelas Ma’ruf Amin dalam keynote speech-nya.

Menghidupkan Sektor Riil Lewat Koperasi Desa
Pengarusutamaan ekonomi syariah juga menyasar penguatan ekonomi akar rumput melalui koperasi. Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menyoroti peran strategis 83.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen produksi dan distribusi massal.

Ferry mencontohkan kesuksesan koperasi pesantren seperti Al-Ittifaq dan Sunan Drajat yang mampu mengelola aset triliunan rupiah. Model ini dianggap sebagai solusi konkret untuk melindungi masyarakat desa dari praktik keuangan ilegal. “Koperasi pesantren terbukti mampu menjadi pemicu perputaran ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tuturnya.

Transformasi Industri Halal dan Layanan Kompetitif
Di sisi regulator, Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu, mengingatkan bahwa infrastruktur ekonomi syariah harus dibangun secara kompetitif. Masyarakat mulai beralih ke perbankan syariah karena kualitas layanan, bukan hanya karena alasan religiusitas.

Sejalan dengan itu, Kementerian Perindustrian mulai memperluas ekosistem industri halal melampaui sektor makanan. Kawasan industri halal kini tengah diintegrasikan dengan regulasi dan fasilitas produksi yang mumpuni untuk menguasai pasar domestik sekaligus memperkuat ekspor.

Optimalisasi Dana Umat dan Ekonomi Haji
Sektor dana sosial (Zakat, Wakaf, Sedekah) dan dana haji juga menjadi fokus utama. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mendorong profesionalisme pengelolaan dana sosial agar menjadi sumber penguatan ekonomi umat.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, bersama BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) berkomitmen mengoptimalkan dana kelolaan haji sebesar Rp180 triliun. Targetnya jelas: memastikan nilai tambah ekonomi haji kembali ke masyarakat Indonesia melalui investasi produktif dan masuknya produk lokal ke rantai pasok global di Arab Saudi.

Acara yang diinisiasi oleh CSED INDEF bersama berbagai universitas ternama ini menjadi tonggak konsolidasi variabel syariah nasional untuk mencetak sejarah baru sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tragedi Desa Sugi: Trauma Mafia Tanah dan Apatisme Nelayan Mangrove

12 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Trending di RAGAM