Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 27 Agu 2023 15:34 WIB ·

Efek Domino Ekonomi: Dari Embung Gemblegan Menuju Ketahanan Nasional


					Efek Domino Ekonomi: Dari Embung Gemblegan Menuju Ketahanan Nasional Perbesar

Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Siapa sangka, aliran air yang tidak pernah kering di sebuah embung desa bisa menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional? Sudut pandang ini ditekankan oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo, saat mengunjungi Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Sabtu (26/8/2023).

Paiman menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) bukan sekadar unit usaha kecil, melainkan mesin penggerak ekonomi regional. Jika setiap BUMDesa mampu mengelola potensi lokal secara kreatif dan inovatif, pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput akan meningkat pesat. Kenaikan ekonomi di ribuan desa inilah yang secara kolektif akan mewujudkan ketahanan ekonomi nasional yang tangguh terhadap krisis global.

“BUMDesa harus mampu memanfaatkan potensi lokal. Jika ekonomi desa tumbuh, maka ekonomi regional naik, dan akhirnya memperkuat fondasi ekonomi negara,” ujar Rektor Universitas Moestopo tersebut di hadapan jajaran Pemkab Klaten.

Strategi Replikasi “Efek Ponggok” di Seluruh Klaten
Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang turut hadir bersama Wakil Bupati Yoga Hardaya, mengungkapkan bahwa Klaten kini memiliki 391 BUMDesa. Ambisinya jelas: mereplikasi kesuksesan Desa Ponggok yang telah mendunia ke desa-desa lainnya. Ragam usaha mulai dari wisata air, toko bangunan, hingga simpan pinjam kini dikelola secara profesional untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Salah satu harapan besar tertumpu pada Desa Gemblegan. Kepala Desa Gemblegan, Waluyo, melaporkan bahwa aset terbesar mereka adalah embung luas yang debit airnya stabil sepanjang tahun. Potensi alam ini kini dikelola sepenuhnya oleh BUMDesa Gema Jaya agar memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar, bukan sekadar menjadi genangan air biasa.

Injeksi Modal dan Legalitas Formal
Sebagai dukungan nyata, Wamendes Paiman menyerahkan bantuan pengembangan sebesar Rp75 juta kepada BUMDesa Gema Jaya. Tidak hanya suntikan dana, kepastian hukum juga diberikan melalui penyerahan sertifikat pendaftaran badan hukum dari Kemenkumham. Status badan hukum ini krusial agar BUMDesa bisa menjalin kerja sama bisnis yang lebih luas dan profesional.

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan produk UMKM lokal dan pelepasan bibit ikan di Embung Gemblegan. Simbolisme pelepasan ikan ini menandai dimulainya babak baru pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Desa Gemblegan menjadi bukti bahwa dengan kreativitas, aset alam desa bisa diubah menjadi kemakmuran yang berdampak pada skala nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KUB PMPL Desak KPPU Usut Jerat Utang PT PCP di Kaltara

16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Data BPS Diabaikan, Pelatihan UMKM Sumbar Terjebak Rutinitas Seremonial

13 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Mengubah Layanan UMKM Sumbar Menjadi Produk Laris Manis

9 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS