Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Di tengah tuntutan era digital yang serbacepat dan perlunya komunikasi yang terstruktur, penguasaan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) telah menjadi sebuah kebutuhan mendasar, tak terkecuali bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). Menyadari pentingnya hal ini, Bidang Pendidikan DWP Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Maluku Utara berhasil menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk Public Speaking dengan tema Cerdas dan Bijaksana di Era Digital.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at, 17 Oktober 2025, ini dihadiri oleh Ketua Pembina DWP Balai BPBPK Maluku Utara beserta seluruh pengurus dan anggota DWP. Acara ini secara khusus dirancang untuk membekali para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut dengan kemampuan esensial dalam menyampaikan pesan secara efektif di berbagai forum.
Keterampilan Kunci Peningkatan Kapasitas Diri
Dalam sambutannya, Ketua DWP BPBPK Maluku Utara, Ny. Hartati Sahdin, menegaskan bahwa public speaking adalah seni menyampaikan pesan secara efektif guna mencapai berbagai tujuan, mulai dari menginformasikan, menghibur, memotivasi, hingga memengaruhi audiens. Tujuan utamanya, menurut beliau, adalah membuat audiens paham, tertarik, bahkan terinspirasi melalui penyampaian gagasan, ide, dan pendapat yang terstruktur dan meyakinkan.

“Keterampilan berbicara di muka umum ini tidak hanya penting dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dapat dipraktikkan dalam keseharian anggota DWP, baik saat menghadapi keluarga, teman, maupun lingkungan sosial. Pesan yang disampaikan harus dimengerti dan dipahami secara efektif sehingga mendapat umpan balik yang baik,” ujar Ny. Hartati Sahdin.
Beliau pun berharap agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam menunjang kegiatan berorganisasi DWP. Penguasaan public speaking sangat berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri, melatih kemampuan komunikasi efektif, dan membangun kapasitas pribadi sebagai pendamping ASN, serta anggota organisasi yang aktif dan berdaya. Keterampilan ini krusial agar anggota DWP bisa lebih percaya diri saat memberikan sambutan, laporan, atau arahan, sekaligus meningkatkan kualitas peran mereka di tengah masyarakat.
Menguasai Elemen Kunci Komunikasi Efektif
Narasumber dalam pelatihan ini, Syafridhani, S.H., M.Kn., yang merupakan seorang advokat, konsultan pendidikan luar negeri, jurnalis, serta mantan reporter dan penyiar TVRI, menyampaikan materi secara komprehensif. Narasumber memaparkan bahwa public speaking adalah seni berbicara di depan umum secara terstruktur dan meyakinkan, yang memiliki tiga tujuan utama: To Inform (menyampaikan informasi secara jelas), To Persuade (memengaruhi atau meyakinkan audiens), dan To Entertain (menghibur).
Syafridhani menekankan bahwa penguasaan public speaking sangat penting karena dapat meningkatkan kredibilitas dan jiwa kepemimpinan (leadership), memperluas jaringan profesional, dan membantu penyampaian ide secara terstruktur. Materi inti yang disajikan berfokus pada tiga elemen kunci yang dikenal sebagai The 3 V’s:
* Verbal (Isi Pesan – 7%): Pemilihan kata dan struktur pesan yang logis.
* Vocal (Kualitas Suara – 38%): Pengaturan volume, pitch (tinggi rendah nada), dan pace (kecepatan berbicara) yang variatif dan tidak monoton.
* Visual (Bahasa Tubuh – 55%): Meliputi kontak mata yang merata, ekspresi wajah yang sesuai, dan penggunaan gestur tangan yang terkendali.
Lebih lanjut, narasumber membahas strategi melawan glossophobia (rasa takut berbicara di depan umum) dengan mengubah pola pikir, melakukan visualisasi positif, dan mengalihkan fokus pada nilai pesan yang disampaikan. Teknik fisik seperti latihan pernapasan diafragma dan persiapan materi yang maksimal (menguasai 80% materi) menjadi kunci utama dalam mengatasi kecemasan.
Pentingnya Struktur dan Peran MC dalam Organisasi
Sesi pelatihan juga menyentuh aspek struktur presentasi yang ideal, yaitu Pembukaan (10–15%) yang berfungsi menarik perhatian (hook), Isi (70–80%) yang berisi poin-poin utama, dan Penutup (10–15%) yang berfungsi meringkas dan memberikan ajakan bertindak (call to action).
Tidak hanya presentasi, anggota DWP juga dibekali dengan peran strategis sebagai Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara. Syafridhani menjelaskan bahwa tugas MC sangat vital, yaitu menjaga alur, energi, dan suasana acara, serta menguasai protokol dan teknik bridging (kalimat penghubung) yang halus. Keterampilan ini sangat relevan mengingat peran DWP dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan resmi.
Di bagian akhir, para peserta diajak berpartisipasi dalam simulasi dan praktik public speaking, termasuk latihan peran sebagai MC, untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Pelatihan ini menjadi penegasan bahwa public speaking adalah keterampilan yang dapat diasah melalui latihan, bukan semata-mata bakat bawaan. Dengan bekal ini, DWP BPBPK Maluku Utara diharapkan dapat menjalankan perannya secara lebih profesional, efektif, dan berdampak positif, baik dalam lingkup organisasi maupun masyarakat luas.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.