Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, saat menerima rombongan Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, di ruang kerjanya pada Senin, 25 Agustus 2025.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Wagub Vasko didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Luhur Budianda, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) dr. Lila Yanwar, dan Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi. Vasko menekankan bahwa Pemprov siap memfasilitasi kebutuhan Pemerintah Kabupaten Sijunjung, termasuk mengarahkan program pengembangan Geopark Silokek langsung ke pemerintah pusat agar mendapatkan dukungan optimal.
“Kami akan mendukung penuh dan siap memfasilitasi apa pun yang menjadi kebutuhan Pemkab Sijunjung terkait pengembangan Geopark Silokek,” ujar Wagub Vasko, memberikan sinyal positif bagi percepatan upaya menuju pengakuan internasional.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sijunjung Benny Dwifa memaparkan potensi kekayaan alam daerahnya, yang tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata. Selain keindahan alam, Sijunjung juga memiliki potensi signifikan di sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Benny Dwifa meyakini, sinergi yang kuat antara Pemkab, Pemprov, dan pemerintah pusat menjadi kunci utama untuk memajukan daerah.
Geopark Ranah Minang Silokek sendiri dikenal sebagai kawasan dengan nilai geologi yang luar biasa. Kawasan ini memiliki bentang alam karst yang berusia lebih dari 350 juta tahun, formasi batuan purba, serta warisan geologi yang bernilai tinggi. Potensi hayati dan kekayaan budaya lokal yang terintegrasi di dalamnya menjadikan Silokek kandidat kuat untuk meraih status UNESCO Global Geopark (UGGp).
Pada sesi diskusi yang juga melibatkan narasumber internasional, Vice President UGGp, Prof. Ibrahim Komo dari Malaysia, menekankan pentingnya pengelolaan geosite sebagai fondasi awal pembangunan geopark. “Mengurus geosite jauh lebih murah dibanding mengurus geopark, tetapi ini adalah fondasi penting,” ungkapnya.
Diskusi ini turut dihadiri oleh Direktur SDEMP Bappenas Togu Pardede, Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN Iwan Setiawan, peneliti utama BRIN Hanang Samodra, dan Norzaini Azman dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Dengan dukungan multi-pihak ini, Bupati Benny Dwifa optimis Geopark Silokek akan menjadi ikon baru Sumatera Barat di kancah global. “Kami ingin Silokek tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark,” tegasnya.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.