Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 13 Apr 2025 15:16 WIB ·

Duka Pantai Tiku: Gubernur Sumbar Imbau Waspada Cuaca Ekstrem


					Duka Pantai Tiku: Gubernur Sumbar Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Perbesar

Padang [DESA MERDEKA] – Kabar duka menyelimuti Sumatera Barat setelah insiden nahas yang terjadi di Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam pada Sabtu (12/4/2025). Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa 16 orang pengunjung pantai yang tengah berenang.

Berdasarkan laporan terkini, dari 16 korban yang dilaporkan terseret arus, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 15 orang di antaranya. Sayangnya, satu orang korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dalam upaya pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

“Kita semua turut berduka cita atas musibah yang baru saja terjadi di Pantai Tiku. Dari 15 korban yang telah ditemukan, satu di antaranya meninggal dunia. Saat ini, tim SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk mencari satu korban lainnya,” ujar Gubernur Mahyeldi dengan nada prihatin di Padang.

Menyikapi kejadian tragis ini, Gubernur Mahyeldi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengerahkan segala upaya bersama tim SAR gabungan dalam proses pencarian korban yang masih hilang.

Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Pasalnya, kondisi cuaca di wilayah Sumatera Barat belakangan ini menunjukkan anomali yang cukup signifikan.

“Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Sumatera Barat memang sulit diprediksi. Pagi hari bisa berawan, siang cerah, namun tiba-tiba sore langsung diguyur hujan deras hingga malam hari, bahkan di beberapa wilayah disertai angin kencang. Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika hendak berenang di laut,” kata Mahyeldi mengingatkan.

Secara khusus, Gubernur Mahyeldi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang ditemukan meninggal dunia. Ia juga выразил harapan agar satu orang korban yang saat ini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Saya memohon doa dari seluruh masyarakat Sumatera Barat, semoga saudara kita yang saat ini masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat,” pungkas Mahyeldi dengan penuh harap.(H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM