Semarang [DESA MERDEKA] – Semangat tak pernah pudar, itulah gambaran Kelompok Lansia Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan. Mereka baru saja mendapatkan pendampingan berharga dari para akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam upaya menata kembali organisasi mereka (11/7/2024).
Tim Unnes yang penuh semangat ini terdiri dari Dr. Amir Mahmud, S.Pd, M.Si, Nurdian Susilowati, S.Pd, M.Pd, Wulan Suci Rachmadani, SE, M.Si, serta tiga mahasiswa berdedikasi: Camelia Yunika Elisabeth, Alyfia Muhashona, dan Fathikatul Inayah.
Kegiatan yang juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Desa ini mengupas tuntas reorganisasi melalui diskusi kelompok terarah (focus group discussion). Pembahasan hangat meliputi struktur kelembagaan, mulai dari ketua yang bersemangat, pengurus yangSolid, hingga anggota yang aktif.
Fokus utama diskusi adalah pemahaman mendalam tentang penguatan organisasi melalui penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta struktur organisasi yang jelas. Ibarat sebuah rumah, AD/ART ini akan menjadi fondasi yang kokoh bagi organisasi.
Dengan adanya AD/ART, setiap anggota kelompok lansia akan memahami dengan baik hak, kewajiban, dan wewenang masing-masing. Hal ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan menghindari potensi kesalahpahaman. Tak hanya itu, AD/ART juga akan menumbuhkan rasa tanggung jawab, loyalitas, komitmen, dan integritas yang tinggi dari setiap individu, sehingga potensi conflict of interest dapat diminimalisir.
Hasil dari musyawarah dan diskusi yang penuh kekeluargaan ini menetapkan struktur organisasi yang baru. Menariknya, akan ada dewan pengawas yang berasal dari unsur pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sumber Arto.
Bisnis kain shibori yang kreatif dan penuh warna, yang dikelola dengan tekun oleh kelompok lansia Sidomaju, kini menjadi salah satu unit usaha andalan BUMDesa. Dengan demikian, usaha ini akan mendapatkan pengawasan langsung dari pemerintah desa dan berpotensi mendapatkan suntikan modal dari Pemerintah Desa.
“Dengan adanya AD/ART ini, kami jadi lebih mengerti posisi kami sebagai ketua, pengurus, dan anggota. Kami jadi lebih semangat menjalankan usaha shibori ini dengan lebih baik. Kedepannya, kami juga berharap bisa mendapatkan penyertaan modal dari Desa,” ungkap Nursidah, Ketua Kelompok Lansia Shibori, denganOptimisme.
Keberadaan kelompok lansia yang produktif ini memang menjadi perhatian banyak pihak, termasuk para akademisi dari Unnes. Para dosen ini tak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga praktik-praktik baik dalam berorganisasi dan berbisnis, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kualitas sumber daya manusia dan pengelolaan usaha di desa.
“Sebagai wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami melakukan pendampingan penyusunan AD/ART serta memberikan bekal manajerial organisasi. Harapannya, ini bisa menjadi modal berharga dalam mengelola organisasi dan mengembangkan bisnis Shibori yang saat ini sudah semakin maju,” tegas Dr. Amir Mahmud dengan penuh harap.

Kabarkan kebaikan desa.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.