Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 31 Des 2025 19:16 WIB ·

Dinas Perkim Jombang Percepat Pembangunan Jembatan Kudubanjar Tahun 2026


					Dinas Perkim Jombang Percepat Pembangunan Jembatan Kudubanjar Tahun 2026 Perbesar

Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang tengah melakukan percepatan pembangunan Jembatan Kudubanjar di Kecamatan Kudu. Langkah strategis ini diambil guna memulihkan urat nadi ekonomi warga yang telah terputus selama lima tahun terakhir akibat ketiadaan akses jembatan permanen yang memadai.

Saat ini, Dinas Perkim sedang merombak total dokumen perencanaan teknis sebagai bagian dari evaluasi pasca-kendala pada proses lelang sebelumnya. Perbaikan dokumen ini bertujuan untuk memastikan proses pengadaan barang dan jasa pada awal tahun depan dapat berjalan lancar tanpa hambatan administratif maupun teknis.

Target Konstruksi Dimulai Mei 2026
Bupati Jombang, Warsubi, memberikan instruksi langsung kepada jajaran Dinas Perkim untuk bekerja ekstra cepat. Hal tersebut ia sampaikan saat meninjau lokasi jembatan pada Rabu (31/12/2025). Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan seluruh dokumen perencanaan rampung pada Februari atau Maret 2026, sehingga pengerjaan fisik dapat dimulai pada pertengahan tahun.

“Kami menargetkan perencanaan pembangunan jembatan ini siap pada Februari atau Maret 2026. Selanjutnya, kami berharap proses konstruksi sudah bisa dimulai pada Mei atau Juni 2026,” tegas Warsubi di hadapan warga setempat.

Spesifikasi Mewah dan Anggaran Miliaran
Jembatan baru ini dirancang dengan spesifikasi yang jauh lebih mumpuni dibandingkan kondisi saat ini. Dinas Perkim akan membangun jembatan permanen dengan bentang sepanjang 27 meter dan lebar 4 meter. Dengan konstruksi tersebut, jembatan ini nantinya mampu menahan beban kendaraan roda empat hingga truk.

Kondisi ini sangat jauh melampaui kapasitas jembatan darurat buatan warga yang hanya memiliki lebar 1,2 meter. Untuk merealisasikan infrastruktur strategis ini, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar. Sepanjang tahun 2025, tim teknis juga telah menyelesaikan pendataan lebar sungai guna memastikan fondasi perencanaan yang akurat.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Desa
Kepala Desa Kudubanjar, Kuswanto, mengapresiasi respons aktif dari pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan jembatan permanen akan memangkas jarak tempuh warga secara signifikan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi yang sempat lesu.

Dinas Perkim Jombang optimistis bahwa proyek ini tidak hanya sekadar membangun fisik bangunan, tetapi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang merata dan berkeadilan, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Alarm Kematian Mental Anak Membayangi Sumbar Emas 2045

29 Juli 2026 - 15:01 WIB

Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar: Sambungan Hidup yang Sempat Putus

29 Juli 2026 - 10:03 WIB

ASN Pulang Kampung: Berkah atau Bencana Pelayanan Desa?

29 Juli 2026 - 09:52 WIB

Aturan Baru Pilkades Purworejo Antisipasi Fenomena Kotak Kosong

27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Warga Sumbar Diajak Aktif Jaga Ketertiban Lingkungan

25 Juli 2026 - 19:19 WIB

Ombudsman Evaluasi Pelayanan Publik Sumbar, OPD Diwajibkan Berinovasi

24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Trending di PEMDA