Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

JALAN JAJAN · 9 Feb 2025 13:27 WIB ·

Desa Wisata Warloka Pesisir: Destinasi Pendukung Labuan Bajo yang Memikat


					Desa Wisata Warloka Pesisir: Destinasi Pendukung Labuan Bajo yang Memikat Perbesar

Manggarai Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengembangkan Desa Wisata Warloka Pesisir sebagai salah satu destinasi wisata yang akan mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

“Jika wisatawan mancanegara dan domestik berkunjung ke Taman Nasional Komodo, kami memiliki komitmen untuk mengembangkan masyarakat desa agar penyebaran wisatawan merata ke seluruh Manggarai Barat,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefan Jemsifori, di Labuan Bajo, Sabtu.

Desa Warloka Pesisir menjadi satu dari dua desa yang akan dikembangkan dan diberdayakan oleh pemerintah daerah melalui Program Inovasi Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi). Program yang telah berjalan sejak tahun 2024 ini sebelumnya telah mengembangkan Desa Wisata Wae Lolos di Kecamatan Sano Nggoang dan Agrowisata Desa Siru di Kecamatan Lembor.

“Tahun ini, selain Desa Warloka Pesisir di Kecamatan Komodo, kami juga mengembangkan Desa Watu Tiri di Kecamatan Lembor Selatan,” ujar Stefan.

Suasana Anjungan Selfie di Desa Warloka Pesisir, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Divisi Komunikasi Publik BPOLBF)

Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Frans Teguh, menyampaikan bahwa daya tarik wisata di Desa Warloka Pesisir sangat potensial untuk menopang dan mendukung pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo.

“Keberadaan Desa Warloka ini melengkapi daya tarik wisata Labuan Bajo yang ada di darat. Jadi, selain berkunjung ke Taman Nasional Komodo dan menjelajahi pulau, wisatawan juga punya alternatif destinasi yang bisa dikunjungi di darat,” kata Frans.

Desa Warloka Pesisir terletak di pesisir Teluk Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Wilayah pesisir Labuan Bajo sendiri merupakan salah satu daya tarik yang dapat dinikmati wisatawan, terutama aktivitas masyarakat pesisir dengan budaya kesehariannya.

Destinasi wisata di Desa Warloka Pesisir berpotensi meningkatkan ekonomi lokal melalui peluang usaha bagi masyarakat setempat, sekaligus memperkuat pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo yang berkelanjutan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Warloka Pesisir, Irfan Bin Sulaiman, menjelaskan bahwa terdapat berbagai aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung saat bertandang ke desa ini. Pengunjung dapat menikmati pesona alamnya hingga melakukan aktivitas seperti berkemah.

“Pengunjung dapat menjelajahi hutan mangrove dan menikmati keindahan Bukit Kenangan, yang menyajikan panorama laut biru dengan hamparan pulau-pulau kecil. Dari Bukit Kenangan, pengunjung juga dapat berkemah dengan pemandangan matahari terbenam dan terbit yang menakjubkan,” kata Irfan.

Selain keindahan alam, Desa Warloka Pesisir juga memiliki pasar barter. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan tradisi lokal masyarakat setempat di pasar tradisional yang menerapkan sistem barter atau kegiatan menukar barang dengan barang sebagai sistem transaksinya.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 141 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sihir Sejarah Ambarawa: Sendratari Babad Fort Willem I Digelar Rutin

18 Januari 2026 - 07:18 WIB

Le Jacques-Cartier: “Hotel Bawah Laut” Prancis Ubah Peta Wisata Indonesia

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Mentawai Bukan Sekadar Ombak: Turis Prancis ‘Sihir’ Siberut

16 Januari 2026 - 20:57 WIB

Stasiun Tuntang: Menghidupkan ‘Roh’ Kolonial Melalui Diplomasi Budaya

16 Januari 2026 - 17:04 WIB

Benteng Pendem Ambarawa: Jejak Kolonial yang Kini Bernafas Budaya

10 Januari 2026 - 10:21 WIB

Lumpia Danish: Dari Satu Kilo Rebung, Kini 3 Kuintal per-Hari

7 Januari 2026 - 04:27 WIB

Trending di JALAN JAJAN