Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 11 Jun 2023 10:34 WIB ·

Desa Pattallassang Ubah Lahan Tidur Jadi Kolam Renang Mewah


					Desa Pattallassang Ubah Lahan Tidur Jadi Kolam Renang Mewah Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Desa Pattallassang di Sulawesi Selatan membuktikan bahwa kemandirian fiskal bukan hanya milik kota besar. Di tangan pemerintah desa yang kreatif, lahan yang dulunya tidak produktif kini disulap menjadi objek wisata kolam renang bernilai ekonomi tinggi. Proyek ambisius ini menjadi simbol perlawanan terhadap budaya ketergantungan desa pada dana transfer pemerintah pusat.

Kepala Desa Pattallassang, Subhan, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa pembangunan wisata air ini adalah hasil pengkajian matang untuk menciptakan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan. Pemanfaatan potensi lokal dianggap sebagai satu-satunya cara agar desa bisa membangun diri secara mandiri tanpa harus selalu menunggu kucuran bantuan dari luar.

Memanfaatkan Keajaiban Mata Air Alami
Keistimewaan kolam renang ini terletak pada sumber airnya. Berbeda dengan kolam renang komersial yang bergantung pada pompa listrik atau kaporit, fasilitas di Pattallassang ini menggunakan sumber air alami di sekitar lokasi. Hebatnya, mata air ini tidak pernah surut meski wilayah tersebut dilanda musim kemarau panjang.

Inovasi ini tidak hanya menawarkan kesegaran alami bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, tetapi juga menekan biaya operasional secara signifikan. “Ketika desa memiliki PADes yang besar, desa tersebut dapat membangun diri secara mandiri dan menjadi lebih maju,” ujar Subhan dengan optimis.

Pemandangan kolam renang yang dibangun dengan Dana Desa di Desa Pattallassang, Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Investasi Jangka Panjang Sebesar Rp800 Juta
Pembangunan kolam renang ini merupakan perjalanan panjang yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 sejak dirintis pada 2019. Proyek ini akhirnya rampung menggunakan alokasi Dana Desa tahun anggaran 2021 dengan total investasi mencapai Rp800.000.000.

Subhan menyayangkan masih banyak desa yang “tertidur” dan belum optimal menggali potensi wilayahnya. Baginya, Dana Desa seharusnya digunakan sebagai modal usaha (investasi), bukan sekadar habis untuk pembangunan fisik yang tidak menghasilkan return finansial.

Membuka Lapangan Kerja Baru
Dampak dari pembangunan ini tidak hanya dirasakan oleh kas desa. Pemerintah desa telah merancang skema pengelolaan yang akan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Dengan adanya objek wisata ini, rantai ekonomi baru seperti UMKM kuliner dan jasa parkir diprediksi akan tumbuh subur di sekitar area kolam.

“Kita berdoa ke depan usaha yang dirancang ini dapat membuahkan hasil sesuai harapan. Masyarakat sekitar harus memperoleh manfaat nyata dari lapangan pekerjaan yang telah kita siapkan,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 196 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sentuhan Digital Mahasiswa PNP: Siap Bawa Desa Wisata Guranjhil Mendunia

13 Juni 2026 - 17:49 WIB

Nagari Ladang Panjang Perkuat Benteng Desa Lawan Narkoba

13 Juni 2026 - 15:43 WIB

Ujian Nyata Dua Kades PAW Bojonegoro Memimpin Desa

11 Juni 2026 - 18:40 WIB

Desa Ketanggan Berhasil Legalkan Tanah Aset Desa

9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pendaftaran Pilkades Serentak Belitung 2026 Resmi Dibuka

9 Juni 2026 - 18:42 WIB

Pilkades Subang 2026: Ironi Demokrasi dan Mahalnya Kursi Desa

9 Juni 2026 - 17:15 WIB

Trending di DESA