Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KOPDES MP · 27 Apr 2025 07:36 WIB ·

Desa Bersatu: Koperasi Desa Merah Putih, Sinergi Antar Desa Membangun Ekonomi Desa


					Desa Bersatu: Koperasi Desa Merah Putih, Sinergi Antar Desa Membangun Ekonomi Desa Perbesar

Makasar [DESA MERDEKA] –  Pagi yang cerah di Hotel Four Points by Sheraton Makassar pada Sabtu, 26 April 2025, dipenuhi oleh semangat baru dari ratusan kepala desa dan perangkat pemerintah desa se-Sulawesi Selatan. Mereka berkumpul dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang menjadi tonggak penting bagi upaya pemberdayaan ekonomi desa di Sulawesi Selatan. Dengan tema besar “Desa Bersatu – Indonesia Maju”, acara ini membawa pesan tentang pentingnya kebersamaan antar desa dalam membangun ekonomi yang lebih baik.

Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Rakorda ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, M.Phil., serta Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi. Acara diawali dengan penandatanganan komitmen bersama oleh kepala-kepala desa yang menandakan kesiapan untuk mempercepat pendirian Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa se-Sulawesi Selatan. Dengan target ambisius, pemerintah daerah menyasar pendirian koperasi ini untuk rampung pada 31 Mei 2025, sesuai dengan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025.

Fatmawati Rusdi, Wakil Gubernur Sulsel, menegaskan bahwa program koperasi desa merupakan bagian dari gerakan nasional yang didorong oleh pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat mendukung percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di semua desa dan kelurahan. Koperasi ini diharapkan menjadi pilar utama dalam membangkitkan ekonomi desa,” ujar Fatmawati. Ia memberikan apresiasi kepada Kabupaten Takalar yang sudah berhasil menyelesaikan 100 persen pembentukan koperasi desa. “Takalar adalah contoh sukses, dan kami berharap kabupaten dan kota lain bisa mengikuti jejak ini,” tambahnya.

Target Ambisius: 2.266 Desa

Menurut Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Sulawesi Selatan diharapkan selesai pada akhir Mei 2025, dengan target mencakup 2.266 desa. “Koperasi ini akan menjadi solusi untuk menggerakkan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama yang solid antar desa,” jelas Budi Arie. Program ini, yang merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden No. 9/2025, mendapat alokasi dana sebesar Rp5 miliar untuk setiap desa yang membentuk koperasi. Dana tersebut bertujuan untuk memperkuat basis ekonomi desa dan mengatasi kemiskinan struktural.

Dengan adanya dukungan dana dan kebijakan ini, para kepala desa dan perangkat desa diharapkan mampu mendirikan koperasi yang dapat memberdayakan masyarakat desa untuk berwirausaha secara mandiri. Tidak hanya sebagai wadah ekonomi, koperasi juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada tengkulak atau rentenir yang sering kali membebani petani dan pelaku usaha kecil di desa.

Koperasi Desa: Solusi Pengentasan Kemiskinan

Budiman Sudjatmiko, Kepala BP Taskin, memberikan pengarahan yang sangat penting mengenai peran koperasi dalam pengentasan kemiskinan. “Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya alat ekonomi, tetapi juga sebagai motor penggerak pengentasan kemiskinan di desa. Kami percaya koperasi ini akan membuka jalan bagi masyarakat desa untuk berkembang, mengubah desa-desa agraris menjadi basis industri pertanian,” ujar Budiman. Menurutnya, koperasi desa adalah langkah konkret untuk memperkuat sektor ekonomi yang dapat berkontribusi pada pengentasan kemiskinan ekstrem.

Budiman juga menambahkan bahwa dengan mendirikan koperasi, desa dapat mengelola potensi ekonomi lokal secara lebih efektif. Ia menekankan pentingnya menjadikan koperasi sebagai wadah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat desa. “Koperasi akan membuka peluang bagi mereka yang memiliki potensi, tetapi tidak memiliki akses ke modal dan pasar. Dengan koperasi, mereka dapat bersama-sama membangun usaha yang lebih besar,” tambah Budiman.

Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengungkapkan optimisme besar terkait potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari koperasi desa. “Koperasi Desa Merah Putih ini minimal akan menghasilkan keuntungan sebesar 1 Miliar Rupiah per tahun,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi bukan hanya sekadar program bantuan, tetapi dapat menjadi entitas ekonomi yang benar-benar menguntungkan bagi anggota desa. Koperasi juga berfungsi untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan saling menguntungkan, dengan adanya keterlibatan langsung masyarakat dalam pengelolaan koperasi.

Budi Arie menambahkan bahwa koperasi desa adalah sarana yang dapat menghilangkan praktik eksploitasi ekonomi yang sering terjadi di desa. Dengan adanya koperasi yang dikelola secara bersama-sama, para anggota dapat saling membantu dan memperoleh keuntungan yang lebih adil. Ia juga mengingatkan bahwa koperasi harus terlepas dari kepentingan politik dan lebih difokuskan pada aspek ekonomi dan sosial yang dapat membantu masyarakat desa untuk maju.

Apresiasi dan Penghargaan Desa Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi, pada akhir acara Rakorda, diberikan penghargaan kepada 23 kepala desa yang telah berhasil mendirikan Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya. Penghargaan ini juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Takalar yang telah berhasil menyelesaikan 100 persen pembentukan KDMP di seluruh desa mereka. Bupati Takalar menerima piagam penghargaan atas prestasi luar biasa tersebut. Pemberian penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa sangat penting dalam mempercepat terwujudnya koperasi yang dapat mendorong perekonomian desa.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk kami, tetapi untuk seluruh masyarakat desa yang telah bekerja keras mewujudkan koperasi ini. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk mengikuti langkah kami,” ujar salah satu kepala desa yang menerima penghargaan.

Sosialisasi Program Desa Bersatu dan Perlindungan Sosial

Selain pembahasan tentang koperasi, Rakorda ini juga memperkenalkan beberapa program pemberdayaan desa lainnya. Program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) merupakan salah satu upaya untuk mendorong desa-desa terbebas dari peredaran narkoba, sementara program Jaga Desa yang diinisiasi oleh Kejaksaan Agung bertujuan untuk mengawasi pengelolaan dana desa agar lebih transparan dan akuntabel. Tak kalah pentingnya, program Asuransi Warga Desa juga diperkenalkan untuk memberikan perlindungan sosial bagi warga desa yang rentan terhadap berbagai risiko sosial dan ekonomi.

Kehadiran program-program ini semakin memperkuat kolaborasi antar desa untuk menciptakan desa yang lebih maju, sehat, dan sejahtera. Dengan adanya koperasi yang kuat dan program-program perlindungan sosial, masyarakat desa diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.

Optimisme untuk Masa Depan

Acara Rakorda ditutup dengan semangat tinggi dan harapan besar. Slogan “Desa Bersatu – Indonesia Maju” menggema di seluruh ruangan, menandakan komitmen untuk bekerja bersama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Dengan adanya koperasi desa dan program-program pendukung lainnya, diharapkan dapat tercipta ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di desa-desa di Sulawesi Selatan dan seluruh Indonesia.

Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat desa, cita-cita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pemberdayaan ekonomi desa akan menjadi kenyataan. Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi contoh yang bisa diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia, untuk menciptakan ekonomi yang berkeadilan dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Dengan semangat gotong-royong yang kuat, Rakorda ini mengirimkan pesan bahwa desa-desa di Sulawesi Selatan dan Indonesia siap untuk bangkit, bersama-sama membangun perekonomian yang lebih baik melalui koperasi dan kolaborasi yang kuat. Desa Bersatu, Indonesia Maju.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 50 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Meja di DPRD: Makam Desa Penungkiren Batal Jadi Koperasi

8 Mei 2026 - 02:28 WIB

Dana Desa Malaka Tersandera Proyek Koperasi Merah Putih

27 Maret 2026 - 13:19 WIB

Antitesis Ritel Modern: Kopdes Pastikan Keuntungan Balik ke Warga

24 Maret 2026 - 08:02 WIB

Gerai Merah Putih: Strategi Belu Perkuat Ekonomi di Beranda RDTL

11 Maret 2026 - 12:07 WIB

Koperasi Desa Jadi ‘Pangkalan’ Elpiji: Syarat KTP Kini Wajib!

13 Februari 2026 - 09:51 WIB

Koperasi Merah Putih Margorejo: Dari Dana Desa Untuk Rakyat

12 Februari 2026 - 00:09 WIB

Trending di KOPDES MP